why me?

why me?

  • WpView
    Reads 688
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 15, 2021
Kaila Sherly Sifabella,anak perempuan seindah padang rumput yang selalu mendapat kebahagiaan dalam hidupnya.Bukankah nama itu sebuah doa,tapi kenapa kehidupannya tidak seindah nama yang dimilikinya. Kebahagian itu bagaikan langit dan bumi bagi kaila.Hingga pertemuannya dengan seorang guru yang mengajar ditempatnya sekolah. Pertemuan yang membuat dirinya terus terikat dengan seorang Ardian aksa gavin.Ini yang disesalkannnya pak gavin mengetahui rahasia yang selama ini dia sembunyikan rapat rapat dari semua orang. Jika boleh memilih dia akan memilih tidak mengenal pak gavin dan membiarkan laki laki itu masuk terlalu jauh kedalam hidupnya.Dia tidak mau kembali merasakan rasa sakit itu,rasa sakit yang ditanam begitu dalam dan masih membekas saat ini oleh orang yang selama ini dia anggap sebagai pelindungnya. Alvaro William Aiden,seorang psikiater yang dikenalnya waktu masih duduk dibangku smp.Sebenarnya dia yang salah disini,kenapa harus ada rasa itu.Rasa sialan yang membuat dirinya benar benar tidak bisa merasakan arti kebahagiaan.
All Rights Reserved
#98
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LINGKARAN | Anzahl dRei |
  • Let Me Love You Longer
  • Senja dan Angkasa
  • Behind The Smile
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Adelaide (Completed)
  • ARIEANNA
  • Letters for Self

Mereka bilang aku rusak-tapi tak satu pun dari mereka yang datang untuk menolongku. Di negeri yang menganggap luka di kepala sebagai kelemahan iman, kurang piknik, atau akibat terlalu banyak main HP, penyakit kejiwaan masih dipandang sebagai kutukan atau aib. Orang yang menangis dianggap cari perhatian. Yang bunuh diri dicap bodoh. Sementara seminar motivasi terus digelar di hotel mewah, rumah sakit jiwa penuh, dan mereka yang sungguh-sungguh membutuhkan bantuan justru dilabeli "gila"-lalu dilupakan. "Lingkaran" mengikuti kisah Kaisel, seorang anak dibawah umur yang dimasukkan ke rumah sakit jiwa setelah mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya. Diabaikan oleh keluarga, dihakimi oleh masyarakat, dan terjebak dalam sistem yang gagal melindunginya, Kaisel hidup didalam dunia yang tidak lagi bisa ia percayai. Tak ada nama, tak ada suara-hanya ingatan yang kabur dan luka yang tak bisa dijelaskan. "Ini terasa begitu sakit... ini membuatku pusing... ini sakit sekali..." "Aku harap rasa sakit ini berhenti. Kenapa begitu sakit? Aku tidak mau sakit..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines