why me?

why me?

  • WpView
    Reads 688
  • WpVote
    Votes 66
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 15, 2021
Kaila Sherly Sifabella,anak perempuan seindah padang rumput yang selalu mendapat kebahagiaan dalam hidupnya.Bukankah nama itu sebuah doa,tapi kenapa kehidupannya tidak seindah nama yang dimilikinya. Kebahagian itu bagaikan langit dan bumi bagi kaila.Hingga pertemuannya dengan seorang guru yang mengajar ditempatnya sekolah. Pertemuan yang membuat dirinya terus terikat dengan seorang Ardian aksa gavin.Ini yang disesalkannnya pak gavin mengetahui rahasia yang selama ini dia sembunyikan rapat rapat dari semua orang. Jika boleh memilih dia akan memilih tidak mengenal pak gavin dan membiarkan laki laki itu masuk terlalu jauh kedalam hidupnya.Dia tidak mau kembali merasakan rasa sakit itu,rasa sakit yang ditanam begitu dalam dan masih membekas saat ini oleh orang yang selama ini dia anggap sebagai pelindungnya. Alvaro William Aiden,seorang psikiater yang dikenalnya waktu masih duduk dibangku smp.Sebenarnya dia yang salah disini,kenapa harus ada rasa itu.Rasa sialan yang membuat dirinya benar benar tidak bisa merasakan arti kebahagiaan.
All Rights Reserved
#216
guru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pendar [selesai]
  • SELF LOVE
  • Limited Time ✔ [TERBIT]
  • LINGKARAN | Anzahl dRei |
  • Menyerah atau Bertahan?
  • SILENCED AT 302 [END]
  • Behind The Smile
  • Inside Me [END]
  • Mars dan Venus
  • Meneroka Jiwa 2

Delapan belas tahun ini, Wonu percaya bahwa hidupnya selalu dikelilingi oleh kegelapan. Tidak ada kata mudah baginya untuk bisa bertahan berada di dunia. Seolah-olah Tuhan menciptakannya hanya untuk merasakan apa itu pahit, gagal, serta hampa. Dan ketika dia berusaha keras membuat kebahagiaan sendiri, semesta beserta isinya seakan enggan menyaksikan sehingga dibuatnya pecah seisi kepala. Wonu marah. Wonu hancur. Ditambah dengan kelakuan kakak perempuannya, Weny. Si Tua yang tidak kalah menyedihkan itu menambah semua beban permasalahannya. Membuatnya muak setengah mati dan berharap agar bisa menukar tambah atau mungkin menjual perempuan itu daripada melihatnya di rumah. Tidak akan pernah hadir cahaya untuk dirinya. Tidak sampai dia sadar bahwa pendar itu selalu berada di sana; tidak pernah berpindah; hanya saja terlalu sulit menyala terang sebab ia pun harus berusaha mati-matian untuk tetap ada.

More details
WpActionLinkContent Guidelines