Hubungan tanpa status, kisahnya paling sulit dipahami, namun kenangannya paling sulit dilupakan.
-🌷🌷🌷
Jenaya menyukai Regha, tetapi Jenaya lebih memilih jalur 'sebelum lebih dalam lagi, lebih baik diakhiri' karena Jenaya tahu, dirinya bukanlah tipe Regha. Maka dari itu Jenaya menyusun rapi perasaannya menyembunyikan ke hati yang paling dalam supaya Regha tidak akan menyadari.
Mengenal Regha adalah part terbaik dalam hidupnya, tanpa Jenaya sadari Regha pun merasa begitu. Bagi Regha, Jenaya adalah part terbaik di dalam ceritanya.
Mungkin mereka berdua memang dekat, dengan konteks yang tidak bisa dijelaskan. Dibilang teman, tapi seperti pacaran. Dibilang pacaran tapi belum pernah jadian. Jadi sebenarnya hubungan apa ini?
Regha memang membuat Jenaya merasa nyaman, tapi mereka hanya sekedar teman. Teman? Rasanya lebih dari itu. Mungkin Regha hanya menganggap Jenaya sebagai teman, tetapi Jenaya menganggap Regha sebagai orang yang istimewa. Terkadang Jenaya ingin cemburu jika melihat Regha dekat dengan cewek lain, tapi Jenaya sadar bahwa dirinya tidak ada hak akan hal itu.
"Jadi, sebenarnya hubungan kita ini apa Kak?"
"Lebih dari sekedar teman."
Mungkin yang dimaksud Regha lebih dari sekadar teman, itu mengarah ke arah SAHABAT, bukan PACAR. Perlu digarisbawahi, sebagai sahabat ya bukan sebagai pacar.
[FOLLOW IG @WP.FLUTTERSUNSHINEE]
Jangan lupa follow, vote, and coment teman-teman, love you all💗💗💗
HAPPY READING!
🌼 Follow akunku sebelum membaca!
🌼 Dilarang plagiat karena ide itu MAHAL!
🌼 Status cerita sudah end, jadi bisa marathon sampai akhir.
🌼 Jangan lupa vote dan komen saat membaca, agar Author tahu kalian benar-benar ada dan nyata.
Blurb :
Apa jadinya jika gadis cantik dengan predikat kaya raya, arogan, penuh kekuasaan dan kerap menindas orang lain mendadak berubah dan justru berbalik 180°?
Bagaimana dengan lelaki jenius dengan penampilan cupu, bertubuh gemuk, kacamata yang bertengger di hidung dengan tambahan tompel besar di dahinya mendadak berubah 180° menjadi lelaki tampan dengan karisma yang kuat?
"Jodohin Aga sama dia, Pa."
--------------
"Sahara nggak mau di jodohin, Pa."
--------------
"Ya, lo harus mikirin dari sekarang, lah. Pokoknya, nikah sama gue harus bisa kasih gue dua pasang anak kembar! Kalau enggak, gue poligami. Mau?"
--------------
"Jadi milik gue, setelah itu menderitalah selamanya dan jangan berharap untuk bahagia!"
--------------
"Lepasin, aku! Biarkan aku menerima karma tanpa harus kamu yang bertubi-tubi menghujani luka."