Peradaban Pesantren

Peradaban Pesantren

  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Fai remaja yang haus ilmu memantapkan hatinya melangkah demi masa depan yang memenuhi cita-citanya, mengikuti Kakak lelakinya, Abdi ke pesantren ternama di Jawa. Di sinilah Fai banyak belajar mengenai pola hidup mandiri sambil memahami karakter manusia remaja baik perempuan maupun lelaki terkumpul dari Sabang hingga ke Mancanegara. Meskipun Fai memiliki Abdi yang telah berpengalaman di lingkungan pesantren, Fai masih tetap merasa asing, bukan karena suasanya, namun karena dialek yang mereka ucapkan membuat Fai sedikit kaku untuk berkomunikasi dengan mereka. Di pesantren itupula, ia dipertemukan oleh Irvan, anak lelaki gedongan, cerdas, kesayangan guru yang memiliki sikap dingin terhadap orang yang tak dikenalnya. Meskipun seperti itu, banyak yang mengenal dan ingin berteman dengannya, hanya saja mereka merasa kaku bersama Irvan karena Irvan tak pernah merasa dekat mereka, bila memang Irvan tak merasa nyaman, ia lebih menutup diri dari semua orang yang mencoba akrab dengannya tidak terkecuali Fadli yang sedari dulu mendekati Irvan tapi tak pernah berhasil untuk benar benar dekat. Sampai akhirnya, Ia bertemu dengan Fai, seiring berjalannya waktu merek merasa dekat dan nyaman satu sama lain dan bersahabat meskipun berbeda tempat tinggal. Irvan tinggal di kost sedang Fai di asrama. Kedekatan mereka banyak yang iri pada Fai, dan selama itupula Fai banyak melalui masalah demi masalah tanpa menyadari penyebabnya. Di sisi lain, seorang santri perempuan. Witha, yang tergolong cerdas dan menjadi bunga desa di sekolah membuatnya menyimpan rasa terhadap Fai yang tak tahu menahu akan perasaan perempuan, karens iya hanya mencoba mencari ilmu dan bergegas sukses. Tak pernah sama sekali dibenaknya untuk menyukai adik kelasnya itu.Meskipun mereka satu tim dalam organisasi Osis, Fai Lebih menjodohkan Irvan pada Witha setelah masa sekolahnya selesai nanti, karena bagaimanapun Irvan juga memiliki rasa pada Witha. Lalu bagaimanakah tujuan Fai yang sedari awal ingin mencari ilmu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Bucin Ala Al [END]
  • Alifa Story [END]
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • SKRIPSUIT  ✔
  • Persahabatan di Atas Kursi Roda
  • School Magic (hanya gue yang boleh bully dia)
  • Dua Hati di Antara Kata
  • Cinta Dalam Iman

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines