Antara Cinta dan Do'a

Antara Cinta dan Do'a

  • WpView
    Leituras 371
  • WpVote
    Votos 57
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, out 19, 2020
WpInfo
Ficção
Romance
Aku mencintai dirinya, dan mendoakannya adalah caraku untuk memuliakan rasa ini. Saat ini kesabaran sangat penting, walaupun kadang tanpa sadar air mata menetes dengan sendirinya. Rindu, selalu hadir di setiap waktu. Dan lagi-lagi cara yang terbaik hanya berdo'a kepada Rabb ku semoga kelak aku dan kamu dapat di persatukan😇. Note : cerita ini cuma cerita karangan, apabila ada nama/tempat atau latar belakang yang sama mohon di maafkan.
Todos os Direitos Reservados
#47
islamistory
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • She Is not Cleopatra
  • DIAM DAN RASA [END]✓
  • Hijrah Cinta
  • Doa Yang Tak sama | END
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • senja di matamu
  • Story Of love  " Ana Uhibukki Fillah "
  • Cintaku Serumit Itu

"Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itulah, kalbu seorang pencinta-Nya lebih besar daripada Singgasana-Nya."-Rumi ----- "Tuhan sedang menarikmu menuju apa yang menjadi rencana-Nya," ucapan itu membuat hatiku bergetar. Aku menatap mata coklat gelapnya sembari menahan perihnya darah segar yang mengalir di lengan kananku. Napasku tercegat saat aku menatap hanya debu dan pasir yang betebaran menutup arah penglihatanku. "apa kita bisa kembali?" tanyaku. Mata Zaidan menampakkan kilauan harapan seakan mengatakan "percayalah Tuhan akan mengirimkan seorang malaikat tanpa sayap untuk menolong kita" secara tersirat. Lantas ia mengangguk yakin menatapku. Aku terdiam saat suara itu terdengar jelas di telingaku, "طبيبة" teriakan itu menggema diantara puing-puing bangunan yang begitu memiluhkan. "Aisyah," panggilku memastikan. "ZHAFIRA!!! ZAIDAN!!!" "itu suara Yusuf," gumam Zaidan yang kubenarkan. "begitu dekat untuk meyakinkan hatimu akan bertahan kepada siapa." Aku terdiam tak menanggapi ucapan pria tampan ini. Hatiku kembali diragukan oleh perasaan cinta dan kekaguman pada makhluk-Nya. Ternyata benar apa kata Zaidan, bahwa Tuhan sedang menarikku menuju apa yang direncanakan-Nya. Dan kini adalah waktuku untuk menerima rencana itu dan memutuskan kemana hatiku akan berlabuh. ----- "Teruntuk dia yang ada dalam gemuruh porak porandanya padang pasir dan kisahnya, teruntuk seseorang yang melabuhkan perasaan dan melangitkan doanya dalam sebuah peradaban bumi para nabi. Aku hanyalah seseorang yang berusaha menjadi Kartini untuk menegakkan keadilan bagi perempuan dan menjunjung tinggi kedamaian di dunia. Aku tak memiliki banyak kekuasaan, karena aku bukan termasuk sederet perempuan sempurna Mesir dengan segala pesonanya. Aku bukan Cleopatra." -Zhafira Aisyah Farida-

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo