THE BALL

THE BALL

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 14, 2020
Sejak kecil selalu dipandang sebelah mata. Selalu dibanding-bandingkan oleh anak sepantarannya. Seolah dirinya adalah anak paling terburuk yang lahir di dunia. Tanpa kelebihan, dan hanya berlimpah kekurangan. Dia adalah Aldama. Sikapnya yang keras dan juga brandal, karena sudah terlalu muak dengan apa yang sudah ia dapatkan selama hidupnya. Bahkan, jika ditanya cita-cita, Aldama selalu menjawab dengan asal. Dari kecil tidak pernah memiliki gambaran untuk cita-citanya di mas depan. Tapi, siapa yang tau, suatu waktu roda kehidupan Aldama berputar. Dengan senyum penuh bangga, Aldama seolah membuktikan bahwa selama ini apa yang dibicarakan orang lain tentangnya adalah omong kosong belaka. Semuanya terangkum dalam cerita ini. • • • Nama tokoh utama dalam cerita ini terinspirasi dari Atlet Timnas Indonesia U-19. Tapi, isi cerita ini bukan merupakan kisah nyata yang dialami Aldama di dunia nyata Aldama sendiri. Ini hanya cerita fiksi yang 100% berasal dari imajinasi saya. Maka dari itu, mohon bijaklah dalam membaca sebuah cerita! Terimakasih dan selamat membaca. • • •
All Rights Reserved
#744
impian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • MEMELUK LUKA [END]
  • This Is My Dream
  • ❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL
  • Annoying Senior's[COMPLETED]
  • Commitment At That
  • [SUDAH TERBIT] ALFA & OMEGA #1 (The Wattys 2016)
  • Hypocritical (Zeedel)

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines