HUONE

HUONE

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 31, 2020
Hai apakabar ? Dua kalimat yang mampu menghancurkan segala rencana yang telah ku tata. Terimakasih sudah hadir dan mengingatkan ku kembali. Memang benar, barangkali hanya diri ini yang masih menyimpannya dengan rapi. Barangkali dirinya memang sudah melupakannya. Tidak apa. Aku tidak membencinya. Justru aku berterimakasih atas warnanya yang pernah hadir dihidupku. Years have passed, he never left ****
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • When Love is Breaking
  • GENTAWA✓
  • Where Is My Happiness ?
  • Unfinished Goodbye
  • Maybe It's You(?)
  • Move on
  • seribu tanya tak terjawab
  • This My Fault (Delya's love)
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • SECOND LEAD

Untuk beberapa alasan aku tidak ingin melepaskannya jauh dariku. Tapi hubungan kami tidaklah sejelas itu, hanya saja banyak orang yang menganggap bahwa sebaiknya status diantara kami diperjelas saja. Tapi ada satu ikatan kuat diantara kami yang membuat aku tidak bisa berada jauh darinya dan mungkin tidak bisa melepaskannya. Ketika menatap dirinya aku merasa bahwa dia adalah saksi dari kenangan masa lalu yang tidak ingin kuhapus keberadaannya. Menjaganya agar tetap berada didekatku adalah hal yang aku lakukan sejak lima tahun ini. Pria itu seperti payung bagiku yang melindungiku dari sengatan matahari dan juga rintik hujan. Tapi satu hal yang tidak dimiliki olehnya yaitu karena dia bukan pria yang aku cintai. Bagiku jika aku tidak bisa merasakan perasaan yang sama seperti ketika aku bersama dengannya, maka bagiku perasaan itu bukanlah cinta namanya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines