We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PETRICHOR

PETRICHOR

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Rain adalah hujan bagiku. Kei yang secerah matahari. Disitulah aku membencinya, namun juga mencintainya. Dendamku padanya memang bukan main, dan rahasia yang aku tau tentangnya pun bukan main. Tapi, aku yang terlalu bodoh menyukainya seperti aroma hujan. Mengelabuiku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain Sound
  • Hujan & Rindu
  • Rain
  • RAIN.
  • rain untuk senja
  • I Choose Rain Over You [Completed]
  • Can I Be Yours, Senpai?
  • Sandikala (Senja Yang Hirap Dari Cakrawala)
  • Hujan di Kala Senja
  • Love

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines