Story cover for Crazy Plan by Queen_BilLz
Crazy Plan
  • WpView
    Membaca 7,246
  • WpVote
    Vote 978
  • WpPart
    Bab 7
  • WpView
    Membaca 7,246
  • WpVote
    Vote 978
  • WpPart
    Bab 7
Bersambung, Awal publikasi Agt 04, 2020
Dewasa
Seharusnya Sakura tidak pernah meng-Iya kan rencana gila sahabat pirang nya si Yamanaka Ino, hanya untuk melepas setres selepas putus cintanya dengan sang Kekasih. Jika tau ending dari rencana itu, ia justru terjerumus ke dalam dunia hitam milik para mafia kelas kakap seperti 'dirinya'.

...

...

...

"Truth or Dare, Baby??" Tanya Ino dengan seringainya seakan mendapatkan hal yang luar biasa.

Sakura tersenyum miring menjawab pertanyaan sahabatnya itu.

"Dare."

Sesuai dugaannya.

Ino terpekik senang mendengar jawabannya itu. Ia mengedarkan pandangan ke penjuru Club yang ramai oleh kerumunan orang. Dan saat mendapatkan tujuannya, ia menunjuk ke arah itu dengan dagunya.

"Well, kalau begitu, kau cium pria yang sedang bercumbu dengan wanita berambut merah itu. Setelah itu kau berikan nomormu padanya."

Sakura membelalakan matanya mendengar itu. 

"Kau gila?!"

"Anggap saja ini upaya melepas stresmu karena mantan kekasih tercintamu itu."

Dan memang benar. Ia melakukan itu karena keinganannya untuk melepas stres. Namun tanpa ia sadari bahwa rencana gila milik sahabatnya itu membuat ia semakin dilanda stres yang lebih berat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Crazy Plan ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Naruto : I Love You So Much  oleh Lomon1998
12 bab Lengkap
Updatre Di Usahakan Setiap Hari Romansa Naruto And Ino Konoha Gakuen adalah SMA di kota Konoha yang cukup ternama. Konoha gakuen bukan sekolah elite yang biayanya mahal. Konoha Gakuen adalah sekolah biasa untuk orang-orang biasa, walaupun ada beberapa murid elit yang kaya dan pintar. Saat ini adalah jam istirahat, tak heran suasana di Konoha Gakuen sangat riuh. Banyak siswa yang nongkrong di kantin, atap, koridor dan kelasnya hanya untuk makan siang dan berbincang dengan teman-temannya. Ada juga murid murid penyendiri yang hanya memakan makanannya dan tak berbincang dengan siapa pun karena dia merasa tak punya teman atau tak mau mendekati yang lain. Biasanya mereka hanya membaca buku, memainkan handphone -nya atau tidur siang. Di kelas 2-C, telihat seorang pemuda berambut pirang jabrik acak-acakan dengan seragam tak rapi, yakni kemeja pendek berwarna putih tak dimasukkan ke dalam celana panjang biru sehingga terkesan urakan, dia tengah melangkahkan kaki keluar kelas. "Seperti biasa, Uzumaki Naruto selalu terlihat seram ya." Pemuda berambut coklat pendek nyengir pada teman-temannya, membuat tato segitiga terbalik di masing-masing pipinya sedikit terangkat. "Kau benar Kiba! Dia selalu memasang tampang seram seolah berkata jangan-dekati-aku!" sahut gadis berambut merah muda pendek dibelah tengah. "Cih. Merepotkan." Pemuda berambut hitam dikuncir tinggi hingga tampak seperti nanas dalam bukunya dengan malas. "Jangan membicarakannya kalau kau tak mau berurusan dengannya!" "Betul kata Shikamaru-kun! Kita jangan mengusiknya! Benar kan Sasuke?" ucap pemuda berbadan besar yang berdiri di samping Shikamaru sambil membuka snack keripik kentang cemilannya. Dia bertanya pada pemuda yang berdiri di sampingnya. "Hn." jawab Sasuke si pemuda paling tampan dan cuek dengan acuhnya. Gadis berambut merah muda tersenyum kecil. "Kalian salah! Sekarang Ino harus berurusan dengan lelaki itu!"
Not Your Boyfriend (NH) ✓ oleh Laceena
51 bab Lengkap Dewasa
Di kantin yang kebetulan sepi pengunjung, tiga mahasiswi tingkat satu tengah bersantai ditemani tiga cup milkshake dan tiga bungkus keripik. Mereka dikenal sebagai vampir-vampir manis. Ada alasan di balik gelar itu, selain kulit halus nan putih, ketiganya punya rambut hitam yang indah. Tergerai panjang sampai ke pinggang. Tidak banyak bicara, mereka masih kelihatan memesona walau tidak mengenakan riasan wajah. Grub mereka diisi Uchiha Sasuki, Hyuuga Nejiko dan Shimura Saiame. Idola baru di kampus Tokyo, faktanya kesederhanaan tak menghalangi daya tarik seseorang. Tiba di kantin, tepatnya di meja tiga vampir manis berkumpul, para iblis cantik seketika membaur di sela-sela mereka. Tak sungkan Ino merebut milkshake milik Saiame dan menyeruputnya. Sementara tiada seorang pun dari junior itu menyela tindakan mereka. "Siapa namamu? Maaf, aku lupa." "Kenapa kakak mengganggu kami?" "Ini, aku menghabiskan minumanmu. Terima kasih ya, Ame." Kini Ino melipat kedua lengannya di permukaan meja, sembari mengamati saingannya dengan senyum mencurigakan. "Tujuanku ke sini adalah untuk mengajak kalian bertarung secara sehat." "Bertarung untuk apa? Kami tidak berminat terhadap rencanamu," celetuk Sasuki. "Tinggalkan kami dan jangan mengusik kami lagi." "Tidak usah sok polos begitu. Kami tahu kalian juga mengincar pangeran kampus 'kan?" "Siapa?!" "Pangeran kampus--" kata Sakura dengan pongahnya. "Naruto, Kiba dan Shikamaru. Kalian mengenali mereka sekarang?!"
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
Lost A Part Of You cover
Naruto : I Love You So Much  cover
Not Your Boyfriend (NH) ✓ cover
𝕸𝖎𝖉𝖓𝖎𝖌𝖍𝖙 𝕮𝖑𝖚𝖇   ✔️✔️  cover
No More Chance [GaaSaku | SasuSaku] 🔞 cover
The End Of Happiness cover
Move On?  cover
Sakura And Revenger[End] cover

Lost A Part Of You

19 bab Lengkap

"Sakura?" "Ya?" Sepasang onyx gelap itu membulat ketika seorang wanita bersurai merah muda membalikan tubuhnya dan tersenyum ke arahnya. "Maaf, anda memanggil saya?" Sakura bertanya kemudian melihat sekelilingnya dan tersadar kalau bunga kebanggaan Jepang itu mulai banyak bermekaran dan sebagian berjatuhan. "Oh Sakura ini," Wanita itu tersenyum pada kelopak bunga Sakura yang jatuh ke telapak tangannya. "Ya, Sakuranya sangat indah." "Uchiha Sakura, namamu?" Sakura mengerutkan alis. "Tunggu, kau mengenaliku?" Lelaki yang sedari tadi menahan diri dan mengepalkan tangan di samping, akhirnya menyambar wanita itu dengan pelukan erat sehingga gadis itu hampir terjatuh. "Aku, suamimu." Dan kalimat itu membuat sang wanita bergetar dan menjatuhkan tas yang dia pegang. Sasuke x Sakura Naruto © Masashi Kishimoto