Story cover for HALCYON by Malca_Zia
HALCYON
  • WpView
    LECTURES 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement août 05, 2020
(adj.) calm and peaceful; happy, prosperous.


"Denoting a period of time in the past that was idyllically happy and peaceful."



Serena dibesarkan dalam keluarga yang damai dan bahagia.

Karena itu, Serena tidak pernah diajarkan cara bersikap sopan kepada mereka yang tidak tahu diri dan mengganggu ketenangannya.
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter HALCYON à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#682oc
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
NOESIS [END], écrit par Reisen_San
21 chapitres Terminé
Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =
Pluviophile [END], écrit par jasminematthiola
54 chapitres Terminé
Park Sunoo, Satu-satunya anak yang diperlakukan berbeda oleh kedua orang tuanya, nasibnya tidak sebaik keenam saudaranya. Bukan hanya saat di rumah Sunoo mendapatkan perlakuan tidak baik, tapi disekolahan barunya pun, Sunco terus-terusan mendapatkan gangguan dari temannya karena dianggap hama di dalam kelas. Sunoo merasa seorang diri di bumi yang luas ini. Hingga akhimya Sunoo dipertemukan dengan seorang gadis berambut panjang lurus bernama Han Eunjin, Gadis yang selalu berada di sampingnya dan selalu ada kapanpun Sunoo merasa kesepian, hingga pada akhirnya Sunoo merasakan ada perasaan asing yang tidak pernah dia rasakan masuk ke dalam hatinya. "kamu Pluviophile ya?" Tanya Eunjin suatu hari saat mereka bermain hujan-hujanan. "Pluviophile?" "Iya Puviophile. Orang yang sangat menyukai hujan disebutnya pluviophile," Jawab Eunjin. Dan tanpa Sunoo ketahui, hujan yang selama ini disukainya adalah luka yang selama ini dia dapatkan dari keluarganya. Hujan adalah awal dari luka yang selama ini dia rasakan. Lalu satu persatu kebenaran yang dirahasiaka keluarganya juga kakek neneknya terungkap yang membuat Sunoo mengalami trauma akan hujan. Halusinasi, delusi dan alter ego adalah hal-hal yang harus dilaluinya sebelum akhirnya kembali menyukai hujan. Jadi apa yang sebenamya disembunyikan keluarganya Sunoo sampai mereka semua. harus bersikap membenci Sunoo? Lalu apakah Sunoo akan menerima semua kebenaran yang tiada. habisnya terungkap itu? Ikuti terus kisah Sunoo seorang pluviophile sampai habis dan semua kebenarannya terungkap, yuk!
Is It Home ? , écrit par unchangedword
82 chapitres Terminé
[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
NOESIS [END] cover
The Big Family [twelve plus one] 2 (THE END)  cover
Pluviophile [END] cover
Maaf Dari Egi ✔️ cover
Biasa Saja? cover
Androphobia Love ✔ cover
- Komplek A. [Ateez] [HIATUS] cover
EFERAL cover
Teacher Pet's : Brothership  cover
Is It Home ?  cover

NOESIS [END]

21 chapitres Terminé

Setiap pagi dimulai dengan nada yang sama. Nada yang tidak asing, tapi juga tak pernah benar-benar diingat. Seperti dengung lembut yang tumbuh dari dinding, atau bisikan yang terlalu sopan untuk membangunkan siapa pun. Anak-anak terbangun perlahan. Mereka tahu kapan harus duduk, kapan harus tersenyum, dan kapan harus mengatakan "terima kasih" pada sesuatu yang tidak pernah mereka lihat. Langit tak pernah berubah. Lantai tak pernah berdebu. Hari-hari disusun rapi seperti barisan seprai yang terlipat. Tidak ada yang jatuh. Tidak ada yang hilang. Kecuali... sesuatu yang tidak pernah disebut. Di antara semua yang seragam, ada satu yang tidak persis cocok. Seorang anak perempuan yang terlalu tenang, terlalu sering diam di tengah keramaian, dan matanya-selalu mencari sesuatu yang tidak terlihat orang lain. Serene. Ia menulis hal-hal kecil di balik kertas tugas. Hal-hal yang tidak pernah diajarkan, dan tidak boleh ditanyakan. Ia mencatat kapan musik terasa sedikit lebih sendu, kapan suara langkah di lorong tidak cocok dengan jumlah kaki. Orang bilang Serene hanya anak yang suka berpikir. Anak yang tidak pernah nakal, tidak pernah melawan. Tapi mereka tidak tahu... diam itu kadang bukan berarti lupa, melainkan mengingat terlalu banyak. Dan pagi-pagi di tempat ini, yang seharusnya hangat dan tenang, perlahan mulai terdengar berbeda- bukan karena ada suara baru, tapi karena seseorang mulai benar-benar mendengarkan. [Update setiap Malam] 《DISCLAIMER》 [DON'T COPY PASTE MY STORY!!] *Aku butuh sebuah 🌟 agar mereka yang tak terlihat tidak mendekat * Start = 14 mei 2025 Finish =