Psycopath Kth√

Psycopath Kth√

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 5, 2020
'Kumohon,tolong lepaskan aku' Rengek gadis mungil tersebut,air matanya sudah deras. Tolong siapapun selamatkan gadis ini:v 'Tidak sayang aku butuh kau, aku hanya ingin bermain main sebentar manis' ucap pria berbalut hodie hitam itu,tangan kekarnya mengusap pipi sang gadis yang banyak goresan karna ulahnya. 'Tae kumohon,lepaskan aku' Masih dengan rengekan yang sama gadis itu tetap memohon,tapi salah dia sendiri kenapa bisa jatuh cinta dengan manusia psycopath seperti Kim Taehyung. 'Taehyung-ah,aku mohon' Untuk kesekian kalinya ia memohon,hei nona seratus kali pun kau memohon lagi itu hanya akan sia sia,sang psycopath malah menikmatinya karna ia senang mendengar orang-orang memohon padanya, baginya itu sebuah kegembiraan. 'Ini tidak akan sakit sayang, aku hanya ingin menciptakan karyaku ditubuhmu' Intrupsinya dan taehyung memulai aksinya untuk menyakiti sang kekasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • PSYCHOPATH HUSBAND -JEONGHARU🐺🦋
  • ✔Let Me Love You One More Time:I'm too stupid to continue to be trapped.
  • Aku Adalah Lukamu
  • Step Backward
  • Chance Of Love | 2 ✔
  • Another Side🔞 (Slow Update & Tahap Revisi)✔
  • [END] Hamil Dengan Jenderal Perang Gila Yang Menyebrang.
  • PSYCO [ TAMAT]
  • Janji Takkan Kemana-mana, Ya?

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines