Precognitive Dream

Precognitive Dream

  • WpView
    Leituras 570
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Capítulos 21
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jun 28, 2024
"Mimpi yang nyata adalah luka." Semua orang suka bermimpi bukan? Tapi tidak dengan cewek itu, mimpi yang terus menerus menghampirinya selalu jadi hal yang sangat nyata. Semua mimpi yang di alaminya selalu berujung pada jalan dimana ia harus memilih yang terbaik. Dia adalah Analine, sebelum kejadian dua tahun yang lalu merenggut semuanya, dia masih baik baik saja. Masih hidup dengan normal layaknya manusia pada umumnya. Tapi semenjak hal itu terjadi, semuanya berubah, semua bunga tidur yang dia alami menjadi nyata. Dan ya, Analine mulai ketakutan karena itu semua....
Todos os Direitos Reservados
#49
bungatidur
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • When his name is
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • Ayana [Completed] ✅
  • MISSHELLA ✔
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • About feelings   (selesai)
  • FRIENDzone (Completed)
  • Jingga di Samudra [Completed]
  • ALFAZURA[SUDAH TERBIT]

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo