Saat aku melangkah di tempat ini, aku kembali mendengar suara lembut yang tipis memanggil namaku dengan fasih "Saraaahhh". Aku juga sering merasakan sentuhan halus dan dingin seperti salju. Berbagai tragedi muncul mengikis kebahagiaan dalam pelukan orang-orang yang menyayangiku. Kebohongan, tipu daya seakan menyempurnakan hidupku. Aku ingin pergi meninggalkan tempat ini tapi aku tidak bisa. Semakin keras usahaku untuk pergi, semakin keras pula langkah ku tertahan di sini. Sampai kapan? Aku tidak tau... Saat lonceng jiwaku berbunyi, saat itulah jiwaku pergi.
More details