DEKLAMASI #01

DEKLAMASI #01

  • WpView
    Reads 703
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 19, 2020
WpInfo
Poetry
•> 05-08-2020 Afeksi menjadi candu. Debar hangat yang berkicau, bisa membunuh jutaan bulir halodic yang tertera dalam nisan tak bertopik, otakku. Pikiranku yang mencerna kian membara. Menyalurkan dentum tak berbayang yang semakin lama memilih tak bertuan. Sendu, dan sunyi. Kedua hal yang kerap kali menjadi pembungkus dalam detak dopamin, yang tak bisa aku kembalikan. Debar jantungku memicu diaphoresis bekerja total. Membabat habis segala pikiranku, atas genggaman usai yang kau patahkan setelah berjabatan. Estrogen tak memandang rupa. Menyatu dengan Progesteron yang membabat habis lukaku. Iya, kau adalah alasan mengapa dopaminku kerap berdebam tak tau arah. -Lailaaftr • Yang mau ambil quotesnya boleh aja, tapi jangan lupa cantumin namaku ya ehehe:) • Jadwal update nggak seintens Rakana sama Sky Space, dinikmati aja. Semoga suka ya! Selamat membaca!!! Note: Bukan Cerita, hanya akun berisi bulir kalimatku. Kadang kandas menjadi alasan terbaikku untuk menulis. Tentang kehilanganmu yang menyakitkan. Tentang dopamin yang tak lagi bekerja, kecuali kau pelakunnya.
All Rights Reserved
#254
patahhati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Segala Tentangmu ❝
  • Untuk Seseorang yang Belum Pernah Kutemui [Sudah Terbit] (New Cover)
  • SAJAK & PUISI PATAH HATI
  • Luka Lara Luna || END
  • Malam Membiru.
  • Perihku Ditinggalkan
  • Rangkaian Kata 2 (Completed)
  • WITH YOU | END
  • Jatuh Cinta itu Luka

Kata dan rasa, untukmu yang merasa ───

More details
WpActionLinkContent Guidelines