BROWNIES
  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 5, 2021
"Mel, dengerin aku dulu. Beri aku kesempatan untuk menjelaskan," Mel belum pernah seperti itu. Hatinya panas. Menahan luapan emosi yang luar biasa. "Mel,Baby. You don't understand. Apa yang kulakukan diasana...." "Apa? Memangnya telanjang berdua di kamar mandi itu apa? Main catur?" Kini Mel merasa emosi itu keluar. "No,dear. You are too far. It was only... only...." (Tidak, Sayang. Jangan berlebihan. Itu tadi hanya... hanya...." "Only what? Bachelor party, by yourself... having fun with a girl?" (Hanya apa? Pesta bujangan yang kamu lakukan sendiri... bersenang-senang dengan seorang perempuan?) "Mel, it's not like that...Listen to me. I love you, Mel. Only you...." (Mel, tidak seperti itu. Dengarlah saya. Saya mencintaimu. Mel. Hanya kamu....) Mel mengibaskan tangannya yang dipegang Joe "Mel, I really love you, Baby. That was... Only... Cuma tubuh, Mel! Tidak ada perasaan. perasaanku hanya untukmu. All my feelings....!" "Feeling?" Mel menunjukkan jari kirinya dan mengacungkannya pada Joe. "Ini apa artinya buat kamu, Joe?" Keduanya bertatap mata. Kerongkongan Joe tercekat. Perlahan, Mel melwpaskannya cincin berlian dua karat, princess cut Tiffany & Co.. yang diberikan Joe tiga bulan lalu. Hatinya remuk redam. "Selamat ulang tahun, Joe. Kamu membuat hadiah ulang tahunmu sendiri," ujar Mel tanpa memandang Joe.
All Rights Reserved
#62
brownies
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Significant Other | MewGulf Story
  • Backstreet: Life After Breaking Up
  • HEY!! MR. COOL?! [END]
  • Simple LOVE [Completed]
  • MY M3SUMM Boyfriend (COMPLETE)
  • BarraKilla
  • Tell The World I Love U
  • Not Me & Not Mine
  • The Kidnapper

"CIUM! CIUM! CIUM!" Mew memelototi Gulf yang kini berdiri tepat di hadapannya, mengancamnya agar tak maju satu langkah pun. "CIUM! CIUM! CIUM!" Teriakan orang-orang semakin keras. "Gulf! Jangan mendekat! Awas saja kau!" ancam Mew masih dengan tatapan tajamnya. Gulf tersenyum getir ke arah orang-orang di bar itu yang tidak lain tidak bukan adalah teman satu kantornya. "Kau pikir aku mau menciummu? Ini semua karena kau yang tak mengerti cara bermainnya sehingga kita jadi kalah, dasar payah!" timpal Gulf kesal. "Kau juga tadi ketahuan kan! Dasar payah!" lawan Mew tak kalah kesal. "AYO CIUM! JANGAN CURANG! INI HANYA PERMAINAN!" teriak Run. "Kau dengar, ini hanya permainan. Ayolah, Mew! Aku tak suka terus-menerus jadi tontonan seperti ini," ujar Gulf seraya mendelik malas. Mew menatap Gulf ragu. "Gulf kita pasti akan jadi ejekan satu kantor, aku tak suka jadi bahan pembicaraan orang!" kata Mew bersikukuh menolak. "Ck! Biar saja! Ini hanya permainan! PER-MA-IN-AN!" Cup! Bibir kedua insan itu bersentuhan untuk beberapa detik. "AAWWWWW!!" Teriakan semua orang dalam bar seketika memenuhi ruangan mengalahkan suara dentuman musik yang keras. Mew menatap Gulf sinis seraya mengelap bibirnya. Gulf mengedikkan bahu tak peduli. . . NO KISS BETWEEN FRIENDS. Saat kau mencium temanmu, detik itu pula kalian bukan teman lagi. . . Cerita perjalanan Mew dan Gulf yang saling menemukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines