Zelly tidak sedang jatuh cinta. Ia sedang dijual, diam-diam, oleh ayahnya sendiri sebagai penebusan atas dosa yang bahkan bukan miliknya.
Pembelinya, Arthur De Angelo.
Dalam satu malam, Zelly berpindah dari remaja bebas menjadi milik seorang pria yang bahkan namanya tak pernah ia dengar. Tidak ada kontrak yang ia tanda tangani, tidak ada persetujuan yang pernah ia berikan. Yang bisa Zelly lakukan hanya menatap balik, penuh amarah, pada pria yang baru saja mengklaim dirinya sebagai pemilik.
Arthur mengendalikan segalanya. Kemana Zelly boleh pergi, dengan siapa ia boleh bicara, bahkan seberapa jauh ia boleh bernapas tanpa pengawasan. Baginya, Zelly bukan tawanan, bukan pula kekasih. Zelly adalah miliknya- dan kepemilikan, di dunia Arthur, tidak pernah butuh persetujuan.
Namun di balik kendali dan dominasinya, Arthur menyimpan luka lama dan dendam yang belum tuntas. Sebuah rahasia yang, cepat atau lambat, akan menyeret Zelly lebih dalam ke pusaran darah yang bahkan tak pernah ia minta untuk diikuti.
Zelly membenci Arthur sejak detik pertama borgol itu terpasang di pergelangan tangannya. Tapi kebencian, di tangan pria seperti Arthur, hanya satu langkah dari sesuatu yang jauh lebih berbahaya untuk dirasakan.
Karena di dunia tempat Arthur berasal, cinta bukan kelembutan.
Cinta adalah kepemilikan. Dan kepemilikan itu, selalu dan harus dibayar dengan harga yang setimpal.
All Rights Reserved