Narasi, 2021✔
  • LECTURAS 3,925,996
  • Votos 669,355
  • Partes 31
  • LECTURAS 3,925,996
  • Votos 669,355
  • Partes 31
Concluida, Has publicado ago 06, 2020
[SUDAH TERBIT] BAGIAN KEDUA TULISAN SASTRA

Bulan juni datang lagi. Padahal sisa-sisa juni tahun lalu belum sepenuhnya selesai. Beberapa sedih dan sesal masih tertinggal dan membekas dengan baik. Tapi setiap kali Nana mendongak dan menatap langit yang biru, ia selalu merasa, "Aku pikir setelah dia pergi, dunia akan runtuh. Tapi ternyata langit masih tinggi, burung masih terbang dan waktu masih berlalu."

Tahun depan, bulan juni pasti akan datang lagi. Dan sebelum bulan itu datang lagi, Nana berharap, dia bisa menyelesaikan segala hal yang belum selesai.


©tenderlova, 2021 | Narasi, 2021
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Narasi, 2021✔ a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#360teenfiction
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Lukisan Tanpa Warna✔️ de intanaaw_
32 Partes Concluida
[Flashback ke tahun 1970-an] ⚠️13+⚠️ Nakamoto Yuta (Angst Story) Hanindito Laerasatya, seorang mahasiswa desain grafis yang juga bekerja sebagai jurnalis dan fotografer, mendapat tugas dari kantornya untuk menulis artikel dalam rangka memperingati Hari Seni Sedunia. Ia ditugaskan meliput sebuah karya seni di Galeri Byakta-sebuah tempat yang menyimpan sejarah panjang dunia seni. Di sana, Dito menemukan sebuah lukisan tua yang berbeda dari yang lain. Tidak ada warna, tidak ada biodata, dan tidak ada nama sang pelukis-hanya sebuah paraf kecil yang hampir tak terlihat. Keinginannya untuk menggali lebih dalam muncul ketika tanpa sengaja ia menemukan paraf serupa di sebuah lukisan lama milik keluarganya-potret eyang putrinya di masa muda. Dari situlah perjalanan Dito dimulai. Ia menelusuri jejak sang pelukis misterius, menggali kenangan yang telah lama terkubur, hingga menemukan kebenaran yang tak pernah diceritakan dalam keluarganya. Perlahan, Dito menemukan nama yang hilang: Aryasatya Adiwangsa. Sosok seniman berbakat yang ternyata adalah kakeknya sendiri. Namun, semakin dalam Dito menyelidiki, semakin banyak kepedihan yang terungkap. Ia menyadari bahwa nama besar yang seharusnya dikenang justru dilupakan oleh keluarganya sendiri. Sang pelukis bukan hanya kehilangan identitas dalam dunia seni, tetapi juga dalam keluarganya. Dito menghadapi kenyataan bahwa kakeknya telah dihapus dari sejarah mereka, dan alasan di balik semua itu lebih menyakitkan dari yang ia bayangkan. Dalam perjalanan ini, Dito tak hanya menemukan kisah masa lalu, tetapi juga memahami arti cinta, kehilangan, dan pengorbanan. Di antara ilalang yang bergoyang di atas makam sang pelukis, sejarah yang hampir terlupakan akhirnya menemukan jalannya kembali. Sebuah kisah tentang seni, keluarga, dan cinta yang tetap hidup meski waktu telah lama berlalu.
Quizás también te guste
Slide 1 of 20
Pramoedya [PREVIEW] cover
A+ cover
Granville✔ cover
Istri kecil Tuan muda Adtmajaya  cover
GAVIN 21+ cover
SEMESTA ✔ cover
Percikan Hujan yang Menyakiti Bumi [ON GOING] cover
Dark Love cover
I'm the male lead's wife? cover
Bumi dan Lukanya cover
100 Hari Sebelum Pergi | D.O KYUNGSOO cover
Lukisan Tanpa Warna✔️ cover
My Uncle 18+  cover
1987 cover
Bunga Terakhir [Selesai] cover
[✔] 1. DEAR J cover
Ibu Susu Anak Hot Duda cover
Extraordinary Kin: The Journey to Growing Up✔ cover
Love Chef | Jung Jaehyun ✓ cover
1. Semesta Dan Rumahnya [Completed] cover

Pramoedya [PREVIEW]

20 Partes Concluida

[Sudah tersedia di toko buku] Dimitri kembali pulang, tapi di tengah perjalanan, ia menyadari bahwa pulangnya tidak lagi terasa sama. Yang dibawanya bukan hanya koper dan kenangan dengan kota New York, tapi juga rindu. Rindu yang sampai mati pun ia tahu tidak akan pernah berbalas. Dari awal ia menunggu di boarding room, berjalan di garbarata, mengantre di kabin yang sesak, duduk di kursi dekat jendela--karena dia memang sengaja membayar mahal untuk view itu, sampai ia melihat lampu-lampu New York untuk terakhir kalinya, Dimitri sadar benar bahwa pulangnya tidak akan pernah bersambut. Tapi tetap, ia berkata lirih, "Pram, aku pulang." Tenderlova, 2022