Sorry, Khansa (end)

Sorry, Khansa (end)

  • WpView
    Membaca 14
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadLengkap Kam, Agt 6, 2020
WpInfo
Fiksi Penggemar
BTS
Ini oneshot.. Khansa Aydirehan Baniez adalah seorang gadis berumur 18 tahun. Putri tunggal dari pasangan Andre Aydirehan dan Jasmin Baniez itu adalah seorang gadis yang terbilang cukup cerewet. Dia berasal dari kota Bandung. Tepatnya, ia tinggal di Kecamatan Arcamanik. Lama di tinggal dengan orang tua, membuatnya harus menanggung semua kebutuhan hidup. Termasuk biaya sekolah. Awalnya, Khansa menolak di tawari bekerja di sebuah rumah di daerah Antapani, Bandung. Menjadi asisten rumah tangga di sana. Bukan soal pekerjaannya, hanya saja Khansa takut jika dia tidak punya waktu untuk belajar. Walaupun, tugasnya hanya membersihkan rumah. Seperti menyapu, mengepel, cuci piring, dan cuci baju. Tapi, pikirannya berubah ketika melihat anak dari pemilik rumah. Menurut Khansa, anak pemilik rumah itu sangat tampan. Di tambah lagi, anak laki-laki itu bisa disebut sebagai Jungkook versi Indonesia. Idola nya dari Negeri ginseng.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#337
cerewet
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Dalam Diam | Hiatus
  • Transmigrasi Aline
  • My Evil Girlfriend (End)
  • 𝐑𝐈𝐍𝐃𝐔 𝐀𝐘𝐀𝐇
  • QUEENSHA [END]
  • The DEVIL Bad Boy [TAMAT]
  • My little Wife[END]
  • Annoying Senior's[COMPLETED]
  • HANAHAKI DISEASE || IDOLISH7 [END]

Dalam Diam Ia tumbuh dalam dunia yang tenang tapi penuh celah. Seorang gadis yang dibesarkan oleh ibu tunggal, di antara kasih yang tulus dan kisah yang setengah jadi. Ibunya tak pernah marah, tapi juga tak pernah benar-benar bercerita. Tentang masa lalu, tentang ayahnya, tentang rumah yang seharusnya jadi tempat kembali-semua hanya hadir dalam potongan-potongan kabur yang tak pernah lengkap. Hidupnya berjalan seperti itu, penuh tanya yang tak lagi ia kejar jawabannya. Sampai suatu hari, dunia yang ia kenal mulai bergeser. Sebuah surat undangan membawa namanya ke ajang Olimpiade Sains Internasional. Pemeriksaan kesehatan hanyalah prosedur awal-begitu ia kira. Namun rumah sakit tempat pemeriksaan itu justru menjadi simpul dari benang-benang yang selama ini kusut dalam kepalanya. Nama 'Diranata' menampar ingatannya, menghidupkan kembali bisikan-bisikan yang dulu sering didengar namun tak pernah dimengerti. Dan di antara lorong putih dan suara monitor medis, ia bertemu Gracia. Seorang dokter muda yang baik dan tenang, namun tak tahu bahwa yang sedang duduk di hadapannya mungkin adalah kakaknya sendiri. Ia mengenali wajah itu. Bukan dari ingatan, tapi dari foto lama-foto yang selama ini disimpannya tanpa tahu maknanya. Foto mamanya, memeluk seorang anak kecil yang bukan dirinya. Kini ia tahu, siapa gadis kecil itu. Tapi tetap memilih diam. Diam, karena belum waktunya bertanya. Diam, karena kadang kenyataan lebih menakutkan dari dugaan. Dan diam, karena hatinya belum siap menerima apa yang mungkin telah lama ia tunggu. Langkahnya pelan, tapi pasti. Satu demi satu, rahasia yang terkubur mulai muncul ke permukaan. Bukan dengan dramatisasi, tapi lewat tatapan, pertemuan singkat, dan perasaan yang tak bisa dijelaskan. Ini bukan hanya tentang siapa dirinya, tapi juga tentang apa artinya memiliki rumah-dan kehilangan rumah itu tanpa tahu kapan. Dalam diam, ia belajar memahami. Dalam diam, ia memilih bertahan. Dan dalam diam pula, ia akhirnya berani mencari pulang.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan