Story cover for Dream by Yuliaanurhasanah
Dream
  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 155
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Aug 06, 2020
Selalu bermimpi menjadi seorang gadis kuat yang dicintai seorang pria yang tulus dan pergi bersama nya ke negri cinta.
terdengar bodoh namun itu lah mimpi seorang gadis bernama Tiara Ayunda Meilani,yang kerap dipanggil dengan sebutan Ara,dia masih duduk dikelas 11 SMA.
Ia selalu percaya pada mimpi yang akan menjadi nyata yang bisa mengubah hidupnya,
Berharap semua sakit yang ia rasakan akan hilang suatu saat nanti jika bersama pria impian nya.
Namun kapan kah saat itu tiba?
Apakah dia sanggup untuk menanti kebahagiaan nya itu?
Semua masih menjadi misteri.

*WARNING*
Membaca cerita ini dapat menyebabkan anda geleng² kepala,banyak mengahayal,buchin berlebihan,tertawa sendiri,mata bengkak dan 75% kemungkinan besar anda akan dikemplang oleh orang terdekat anda.
Cukup berbahaya:v
Hehe
Silahkan dibaca
Terimakasih:))
Happy Reading:)❤❤

Dibuat kamis,06 Agustus 2020


yuliaa_nh
All Rights Reserved
Sign up to add Dream to your library and receive updates
or
#414gadis
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
SUARA BIA (TAMAT) cover
Different [END] cover
Belenggu Bayang Niskala cover
As Time Allows cover
Let Me Love You Longer cover
CLOSER cover
Waktu?  cover
Fatamorgana Pesantren (END) cover
SELF LOVE cover

SUARA BIA (TAMAT)

47 parts Complete

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️