98 dan Senja di Matamu

98 dan Senja di Matamu

  • WpView
    Reads 1,263
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Aug 6, 2020
Pertemuan Micka dan Widodari saat Ospek terasa seperti janji semesta. Mereka dipertemukan dari penjuru yang berbeda namun kemudian disatukan oleh cinta. Hingga tiba-tiba badai menghantam negri, krisis moneter dan politik. Micka harus memilih antara memanggul beban tanggungjawab generasinya dengan berjuang turun ke jalan sebagai demonstran mahasiswa, atau selalu ada disamping Widodari? Ini adalah sebuah kisah cinta diantara derap gerakan Reformasi Mahasiswa 98.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BEDA
  • Constellations From The Room
  • The Last Birthday With You
  • Naya
  • Di Antara Akar dan Langit
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • KOMAR.
  • Langkah baru bersama mu
BEDA

Ini cerita lama jaman beberapa tahun lalu yang baru diupload setelah ketauan terendap di laptop yang ditemukan ketika bersih bersih. Terima kasih. --- Brukk! "Aduh!" Mika tersungkur setelah menabrak seseorang di depan toilet. "Hei kalo jalan liat-liat dong! Gue buru-buru nih!" gerutunya sambil berusaha bangkit sambil membersihkan rok seragamnya dari kotoran yang menempel. Krisma ternganga melihat seorang siswa baru yang seenak jidat menyalahkannya atas terjatuhnya cewek itu. Bukannya cewek itu yang lari-larian? Dia kan dari tadi jalan santai. "Bengong lagi! Bukannya minta maaf!" gerutu Mika, lalu tanpa menunggu lama lagi dia langsung berlari meninggalkan entah siapa itu, berdiri sendiri. Dan mendadak dia kepikiran, siswa sekolah ini, yang datang pagi-pagi begini selain OSIS siapa lagi? Dan dia sama sekali tidak menunjukkan hormatnya sebagai siswa baru. Dan Mika shock setengah mati begitu mengetahui kalo orang yang ditabraknya tadi pagi, sekaligus diomelinya itu, adalah ketua komdiswaba. Dan sesuai yang dikatakan Miko, dia tak henti-hentinya kena masalah sepanjang MOS berlangsung. Dan di hari terakhir MOS, dia sengaja dipanggil oleh ketua komdiswaba itu. "Ya kak?" tanya Mika begitu ia memasuki ruang OSIS yang ternyata tinggal Krisma sendiri. "Kamu Mika, ya?" tanya Krisma. ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines