Eufrasia And Friends _Alfaro

Eufrasia And Friends _Alfaro

  • WpView
    LETTURE 136
  • WpVote
    Voti 10
  • WpPart
    Parti 5
WpMetadataReadCompleta gio, ago 19, 2021
"Dingin" Ucap seorang gadis,ia memiliki sayap yang indah bewarna putih cerah. Berambut coklat. .. Senada dengan warna matanya ,menatap laki-laki yang berada di hadapannya. Laki-laki di Hadapannya membuka matanya, netranya bewarna biru mudah, rambut nya kuning terang,berhidung mancung, dia lebih tinggi dari gadis di depannya Ia berjalan menjauhi gadis di depannya tanpa berkata apa-apa. "Tunggu" Panggil gandis rambut coklat tadi "Jangan pergi" Laki-laki itu terus berjalan ke depan tanpa menoleh ke belakang Lama kelamaan sosok laki-laki itu menghilang. Gadis tadi hanya menatap kepergian laki-laki bernetra biru mudah itu. Sebelum cahaya putih bersinar membawa pergi laki-laki tadi, Ia melihat senyum tipis keluar dari bibir tipis laki-laki tadi. "Dia lagi" Ucap gadis tadi setelah bangun dari tidurnya. Ia mengusap-usap wajahnya yang lusu. "Eufrasia" Terdengar suara dari depan pintu kamarnya "Ayo sarapan " Terdengar namanya di panggil ia pun berdiri dan bergegas ke kamar mandi. "Aku segerah turun kak" Ucap Eufrasia sambil menutup pintu kamar mandi. Gadis yang di depan pintu kamarpun menghela nafas dan pergi ke lantai bawa ruang makan _________________________ #exol #exoLindonesia ☺🙂
Tutti i diritti riservati
#333
12
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • Rannia√
  • the other side
  • cinta dingin sang ketos
  • Silent, Please! (Re-up)
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti