Sore yang Tidak Meminta Apa-Apa

Sore yang Tidak Meminta Apa-Apa

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Jan 24, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Menurutmu, apa harapanku bisa terwujud, Li?" Di antara dua cangkir kopi yang mulai mendingin, Li mematung. Sebagian dirinya ingin berkata bisa, tapi ia tak lupa: ia sudah memberi kesempatan pada orang lain. Mereka telah melangkah sejauh ini-tak mungkin ia tiba-tiba pergi, meninggalkan semuanya begitu saja. Apalagi Li tahu betul seberapa besar Taran menyayanginya. Li mengusap kasar air mata yang jatuh dari kedua matanya. Bibirnya bergetar, tapi ia memaksa suaranya tetap tenang. "Aku minta maaf... tapi menurutku, itu nggak bisa." Li tahu, di balik sikap tenang Aidan, dari sorot matanya yang redup, ada kekecewaan yang kembali ia tanamkan-untuk kedua kalinya.
All Rights Reserved
#466
cintasegitiga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Raga Kecil
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Asing kembali Asing🌜🌚
  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • Tulip
  • NYAMAN. (Lilynn & Orine) 48 Gen 12
  • BAKPAO TELO

Mengisahkan seorang ibu tunggal yang merawat kedua raga kecilnya tanpa campur tangan dari siapapun. Sebagai seorang ibu yang berdiri sendiri, ia memikul banyaknya peran dalam hidup. Setiap hari adalah perjuangan tanpa henti untuk memastikan anaknya tumbuh dengan bahagia, meski sering kali ia menyembunyikan lelah di balik senyumnya. Ibu dan anak adalah dua jiwa yang terhubung oleh cinta paling murni, sejak detak jantung pertama terdengar di dalam rahim. Bagi seorang anak, ibu adalah dunia. Meski ibu tunggal hanya memiliki satu tangan untuk menggenggamnya, namun kasih sayang yang diberikan tentu terasa seperti mendunia. Sentuhan tangannya adalah obat bagi segala luka, dan pelukan hangatnya adalah benteng dari segala ketakutan. Cinta seorang ibu tidak pernah memudar, ia tetap mencintai dengan cara yang tak selalu terlihat, tetapi selalu terasa. Hubungan ibu dan raga kecilnya adalah sebuah cinta abadi yang tak pernah meminta balasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines