Lucid Khom

Lucid Khom

  • WpView
    Reads 58
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 2, 2021
Micha bertemu Casey di dunia lain, ia melihat sekitaran yang berbeda dengan kehidupan sebelumnya. Saat Micha sedang berjalan-jalan santai, ia melihat segerombolan masyarakat dan mayat anak-anak tewas tergeletak berserakan di jalanan. Dunia ini gelap gulita, membuat Micha bingung. Sebenernya bagaimana ini semua bisa terjadi? Mengapa bisa demikian? Apa yang membuat Micha mendapatkan ini semua? * * * "Aku pikir ... setelah aku mendapatkan anugrah seperti ini, aku akan terbebas dari semua beban yang ku alami sebelumnya."-Micha
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Cerita Kami (Satu)
  • Kian Johnny Dawson
  • Lucid Dream[COMPLETE]✓✓
  • What's Wrong With My Dream Keeper - Renjun (TAMAT) ✓
  • Black Code (Lima)
  • The Dark Side(END)
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • DREAM

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines