ISAURA
  • WpView
    LECTURES 8,998
  • WpVote
    Votes 3,954
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mai 2, 2021
[Revisi setelah tamat] Happy Reading... Namaku Isaura, dalam bahasa yunani yang berarti angin sepoi. Seperti arti namaku, yang selalu ada namun tak pernah dianggap serius. aku hanyalah seorang gadis remaja yang berharap ketulusan hadir dalam sebuah hubungan. Aku benci sandiwara, yang ku inginkan hanyalah ketulusan. Namun sandiwara selalu datang dalam ceritaku. Membuat setiap lembar ceritaku menjadi kusam tak beraturan. Penaku yang seharusnya tertulis terang kini telah menjadi samar. Pensil warna yang seharusnya mengambarkan warna pelangi kini hanyalah gumpalan awan mendung. Ceritaku kini telah hancur menjadi lautan serpihan kaca. Menghilang selamanya dari bumi adalah pilihan terakhir dan harus menjadi agendaku. Namun disaat aku benar-benar hancur, dia datang dan merubah segalanya menjadi lebih nyata. Dia Mendaur ulang semua lembar ceritaku yang telah kusam menjadi sebening kristal. mengisi ulang tinta penaku yang awalnya samar menjadi seterang bulan. Dan dia juga yang memperbaiki pensil warnaku menjadi lautan pelangi. Tapi apakah dia tulus? Atau hanya sekedar sandiwara? Haruskah aku percaya?
Tous Droits Réservés
#153
sendiri
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Benang Senja
  • 𝐅𝐫𝐢𝐞𝐧𝐝 : 𝐒𝐮𝐧𝐚 𝐑𝐢𝐧𝐭𝐚𝐫𝐨𝐮 [ 𝐄𝐍𝐃 ]
  • PELANGI
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • a RAINBOW
  • Bianglala
  • Dira-no
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Laut dan Langit

Tanpa banyak bicara, dia mendekat, jaraknya hanya beberapa inci dariku. 'Kalau kamu butuh pelarian untuk melupakan sejenak, aku di sini.' ... "Menatap langit senja, cahaya matahari bergulir perlahan, lembut seperti seutas benang halus yang melintas di atas air. Kilauannya memantul sekejap, sebelum lenyap perlahan, meninggalkan jejak gulita yang sunyi." "Cinta bagaikan langit malam, Indah, kupilih satu bintang Namun redup.. Kupilih bulan sebagai gantinya." ... "Aku tidak memilihnya, bagaikan bayangan di tengah terik, menawarkan teduh yang kubutuhkan tetapi membawa dingin yang tak pernah kuinginkan. Ia adalah pelarian dari dunia yang menghimpitku, namun perlahan, aku sadar, aku sedang berlari menuju jurang yang lebih dalam." "Apakah sebuah takdir? Apakah ini sebuah kesalahan takdir? Apakah takdir menyeret kerah bajuku untuk berlutut diatas semua kekacauan ini." "Takdir itu bernama Nara" . . "Cerita ini fiktif. Kesamaan nama atau latar tempat bersifat kebetulan."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu