Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
This Is Me "Menggapai Keikhlasan"

This Is Me "Menggapai Keikhlasan"

  • WpView
    Membaca 17
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Okt 19, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
inilah awal pertemuan ku dengan seorang laki-laki yang tidak pernah aku inginkan sebelumnya. *** aku belum siap hal itu terjadi, aku tidak mau lagi sakit hati. sudah cukup rasanya. tiga kali ditolak laki-laki yang akan mengkhitbahku setelah mereka tahu rahasiaku. membuatku trauma untuk membuka hati. aku tidak mau lagi mengulangi hal itu. Sempat terfikir mungkin itu ujian dari Allah karena aku bercadar hanya untuk menutupi cacat diwajahku. hanya untuk duniawi saja. namun sekarang aku sadar. dan insya allah aku menutupnya karena hanya Allah Swt semata. sungguh luar biasa rencana Allah, jika kita mengatasnamakan Allah untuk semua hal. di saat kita tidak bergantung kepada manusia, dan hanya bergantung kepada Allah semata. Allah mendatangkan hal yang tidak kita sangka-sangka.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#59
cadar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Catatan Hijrah
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Jarak Dan Waktu (TERBIT)
  • Lantunan Kalam Hati ✔
  • Rohis Love Location #WATTYS2019
  • HADIAH DARI LANGIT [END]
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Satuan Takdir
  • Senja Bersamamu | √
  • " Cinta yang di Ridhoi Allah Swt 💕

CATATAN HIJRAH. "Lo tadi pagi salat subuh di mana?" Kubuka mataku, tapi tidak fokus padanya. Satu detik, dua detik, lima, enam, sepuluh. Akhirnya aku menoleh. Ibas menatapku dengan binar yang tak kumengerti. Sepasang bibirnya mengatup. "Salat subuh itu sebagai kepala dalam ibadah. Mau lihat seseorang, lihat dari subuhnya." Kini dia bengong. Apa dia tidak tahu? "Lo salat, kan?" "Lo bisa baca Alquran? Bukan, bukan sekedar baca, tapi benar mahkrojul hurufnya juga. Yang penting tajwidnya." "Lo muslim bukan, sih? Lo tahu kewajiban seorang muslim, kan?" Kini keningku berkerut. "Dalam islam, pacaran itu haram hukumnya," bisikku mendekat padanya. Aku harap cuma dia yang dengar. -NADA * Sekian tanya itu membuat Ibas bungkam. Apa yang akan dia lakukan untuk menakhlukkan hati gadis yang malah tertawa saat dia tembak. Bagimana jungkir baliknya Ibas memunguti memori akan pelajaran yang pernah dia lupakan. Agama. Ikuti perjalanan Ibas ya, temukan jawabanya di buku ini. Penulis: Retno Nofianti.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan