The Moon

The Moon

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
Ditatapnya handphone hitam itu, ia tersenyum, wanita cantik yang telah menemaninya lima tahun ini. Tahun-tahun berharga yang tak akan tergantikan apapun. Minju. Senyum manis yang ia miliki selalu menjadi pelabuhan terakhir milik Jeno. Rasanya hari tak akan pernah berakhir. Namun takdir tak selalu menjadi apa yang diimpikan. Kadang yang menurutmu baik untukmu ternyata buruk. Buruk sekali. "Ikhlasin ya, jangan buat dia sedih liat lo begini." ---- "Kabar buruk." "Aduh tuan putri ngambek, sini peluk." --- Minju dibawa ke gedung organisasi yang sepi. Kakinya gemeteran, ia takut. "Ngga niel, kejadian itu murni kebakaran." Daniel gelagapan menanggapi. Mata yang berani menatap tak berhenti bergerak. Apa yang Daniel sembunyikan? "Stop bikin Minju nangis." Mark Lee menarik kerah baju milik Daniel. Dia juga yang selama ini menemani hari-hari terberatnya. Hari-hari tanpa seseorang yang dirinduinya. Dua manusia yang selalu ada di saat-saat tersulitnya,tapi kali ini yang tersulit adalag Kim Minju harus memilih antara keduanya, kepercayaannya sedang di uji. "Gue ngga maksa Lo buat percaya sama Gue,tapi yang harus Lo tau, kebenaran yang akhirnya akan menang." di berikan tatapan yang begitu meyakinkan dari Daniel. Yang satu selama ini selalu ada di hari-hari terberatnya dan yang satu lagi sudah bersamanya sejak lama, menjadi orang yang paling ia percaya selama ini. ------- "Tolong ..." Ucapnya dengan tubuh yang sudah terjatuh ke lantai, "Fuck ..." Suaranya semakin tak jelas. Seseorang dengan baju pemadam kebakaran terus mendekatinya. Ia berjongkok tersenyum, "Gimana? Sakit hm? ------- Jeno tersenyum, mentari pagi membuatnya bersemangat bahwa hari akan terus berjalan. Tak pernah satu kalipun ia berpikir akan seperti apa akhir hidupnya. Will the happy ending?
All Rights Reserved
#2
pschyo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Winter
  • Baby L Lucian ✔
  • Prestige ✔️
  • Black Out III
  • Still with you 2  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ]
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • TENTANG SEPASANG
  • ASRAMA LANTAI 7 {TERBIT} ✓
Winter

(Completed) "Ter, menurut lo kenapa ayam tuh dikasih nama ayam? Kenapa nggak sapi aja atau.. kudanil gitu?" "Kalau gue gorok leher lo sekarang, kira-kira lo mati apa nggak napas aja, Na?" Nareshwara itu tinggi ✅ Ganteng ✅ Suaranya bagus ✅ Jago gombalin cewek❌ Kalem banget❌ Nggak suka nyusahin Winter❌ "Kayaknya sih mati.. tapi ayam tuh ya-" Lelah lahir batin. Itulah yang selama belasan tahun Winter rasakan. Bersahabat dengan pemuda minim kewarasan yang selalu bertingkah 'semau gue' serta penganut prinsip 'terobos ajalah anying' ini bikin Winter sadar kalau resign jadi penduduk bumi bukanlah pilihan buruk. "Lo waras dikit bisa nggak, Na?" *** "Gue suka sama lo." "Hah?" "G-gitu, kan, bilangnya?" "Ah-ooh, iya ya, bisa gitu.. sih?" "Tadi itu pe..percobaan... ehehek," *** Sementara bagi Jeriko, menebas egonya yang setinggi langit dan hatinya yang sebeku daratan Antartika bukanlah perkara mudah. Namun, dihadapan seseorang yang berhasil memberikannya tempat ternyaman untuk 'pulang'. Dia bersedia memberikan apapun, sekalipun harus goresan luka yang jadi bayarannya. "Kalau gue mati.. lo juga harus mati, Darling. Seenggaknya kalau kita nggak bisa bersatu dibumi, kita bisa abadi di surga." "Mahluk kayak lo lebih pantas ada di kerak neraka sana!" "Lo mau abadi di neraka sama gue? Fine, gue nggak masalah mau dimana pun. Asal ada lo-nya." "DIH, SINTING!" "Love you more, Darling." *** 17+ ©Dandelions042

More details
WpActionLinkContent Guidelines