The Extraordinary Jihan : A Sociopath

The Extraordinary Jihan : A Sociopath

  • WpView
    Reads 1,083
  • WpVote
    Votes 338
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 25, 2021
Pernahkah kalian berpikir bahwa kalian tidak memiliki tujuan hidup ketika di dunia ini? Atau kalian merasa bahwa dunia sepertinya tampak tak berpihak pada kalian? Tuhan mempertemukan kita dengan banyak orang, tapi mengapa tak ada satupun yang bisa mengerti perasaan kita? Seorang gadis berusia 18 tahun, kelas 3 SMA. Dengan senyum manisnya, rambutnya yang tak terlalu panjang, tatapan tajam namun terkadang terlihat hangat, dan sifatnya yang tak terduga. Terlihat normal pada awalnya, tapi kita tak akan membahas yang 'pada awalnya'. Tak akan banyak yang percaya bahwa gadis cantik itu ternyata didiagnosis oleh psikiater yaitu Antisocial Personality Disorder atau biasa kita kenal sebagai Gangguan Kepribadian Antisosial. Tetapi juga banyak yang menyebut gangguan mental ini dengan sebutan 'sosiopat'. Walaupun biasanya seseorang penderita gangguan ini sulit untuk merasakan empati kepada orang lain, bagaimana jadinya jika ia mencintai seseorang? Hal apa saja yang ia lakukan untuk cinta pertamanya? Lalu bagaimana jadinya jika ia harus menanggung trauma beban dari masa lalunya yang kelam? Jihan dan segala kisahnya ada di sini.
All Rights Reserved
#815
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • I'm okay (END)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • 15th Voltage [Tegangan 15] ✔(COMPLETED)
  • INNER
  • Semu [Completed]
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • Nayara [ TERBIT ]
  • Monochrome! [END]
  • Become an Extra or Main Character [END]

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines