Uninterrupted Way

Uninterrupted Way

  • WpView
    LECTURAS 78
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 28, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
Seharusnya hari kamis kemarin Abel tidak mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik yang berada di kota tua Jakarta. Karena dia harus berurusan dengan Cakra, cowok jangkung sok kalem yang dulunya teman masa SMA Abel. Teman? Tidak! Abel dan Cakra tidak pernah berteman, mereka hanya kenalan saat satu sekolah dulu. Mana mau Abel mengakui laki-laki yang menurutnya aneh itu menjadi temannya. Karena dulu hubungan Abel dan Cakra tidak ada manis-manisnya. Apesnya, Abel malah kena karma karena mengutuk laki-laki itu, akibatnya kini hidup Abel selalu dikelilingi oleh Cakra. Di mana-mana ada Cakra. Sampai Abel pikir, kalau Cakra itu punya banyak sekali kembaran. Di mana ada Abel, pasti di situ ada Cakra. Begitu kata Resha.
Todos los derechos reservados
#904
married
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Love Circle
  • Having You Again ✔(TERSEDIA EBOOK DI PLAYSTORE)
  • Letting You Go, Finding Him
  • Di Bawah Ketetapan-Nya (Ketika Dia Bukanlah Takdirku)
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • SAH (Menikah Dengan Mantan)
  • May I Love You?
  • Colour Palette [FINISHED]
  • Gula - Gula

( COMPLETE) "Kamu tidak takut?" Mulutnya sudah bersembunyi di ceruk leherku. Bukan kata-kata sinis seperti tadi. Tapi sekarang kalimatnya melunak. Apakah dia sudah menyerah? Oke, ayo kita ikuti permainannya. Mau seperti apa akhirnya? "Tidak. Apa yang kamu inginkan? Menikah misalnya?" Ide konyol yang entah darimana datangnya? Sepertinya aku memang butuh sedikit gila. Untuk mengimbangi peranan yang aku lakoni dalam menghadapi skenario hidupku ini. Dia tertawa di tengkukku. Tawa sumbang yang kutahu dengan pasti penuh dengan kejengahan. "Kamu mengasihaniku sekarang, Bel?" Aku menggeleng. "Aku hanya butuh teman untuk menemaniku gila. Sepertinya aku sudah tidak mampu menghadapinya sendirian. Mau gila bersamaku?" Apa memangnya yang bisa dilakukan seorang Farada Isabela, yang dua kali terlibat dalam pusaran cinta sedarah? Mungkin menjadi gila adalah satu-satunya penawar untuk sekian lara dalam skenarionya menjalani hidup. Cerita ini sudah diterbitkan, untuk pemesanan bisa langsung inbox atau email ke retnonofianti@gmail.com Line @retnonofianti WA 0813 7288 9660 Terima Kasih

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido