Serpihan Puisi Kehilangan [Telah Terbit]

Serpihan Puisi Kehilangan [Telah Terbit]

  • WpView
    LETTURE 1,710
  • WpVote
    Voti 34
  • WpPart
    Parti 19
WpMetadataReadPer adultiCompleta gio, mar 25, 2021
Kumpulan Puisi Blurb: Hari-hari bahagia pernah di lalui berdua. Sampai pada pertemuan selanjutnya... Sepasang kekasih itu telah berpisah setelah puluhan purnama mereka jalani bersama dengan ikrar setia sampai kelak tiba waktu untuk menikah. Beribu kenangan dan kisah cintanya kini terkapar di stasiun awal pertemuan mereka. Gadis itu yang lebih memilih pergi. Menyudahi perjalanan cinta yang berakhir lirih. Laki-laki itu termangu, sekali waktu ia menengok stasiun di mana ia kehilangan hatinya. Menunggu, berharap, menggilai gadis itu. Segala ratapan ia tuang dalam serpihan puisi kehilangan. Salam takzim buat semua para pembaca! ☕
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • TOUCHED (End)
  • Ruang Diksi [Completed]
  • DEORE [FIN]
  • PERLINA
  • Narasi patah hati
  • Restore Me | TAMAT✔
  • SASHI
  • Perihku Ditinggalkan
  • KLINIK PUISI (Semoga Lekas Kambuh)
  • KITA

Cerita hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, kejadian dan tempat maka itu adalah unsur ketidaksengajaan Hanum harus merasakan pahit ditinggalkan oleh suaminya dalam kecelakaan saat pergi bekerja. Bersama dengan anaknya Azka yang baru berumur 3 tahun, Hanum yang berusia 28 tahun harus menjadi ibu dan berusaha membuat Azka tak pernah merasa kekurangan terhadap sosok ayah. Namun ketika kesempatan kedua datang, di waktu yang tidak pernah ia sangka, dengan orang yang tidak pernah terlintas dalam benaknya, akankah ia menyambutnya? ○○○ Menyandang status "duren" alias duda keren di kantor selama 8 tahun bukan hal yang mudah bagi Andre. Selain ia tahu bahwa kisah perceraiannya akan menjadi bahan gosip sepanjang masa, sudah tak terhitung perempuan-perempuan yang mencoba flirting mencari perhatiannya. Di usia 40 tahun bukannya tertarik Andre justru semakin ingin menarik dirinya dari dunia luar selain rumahnya dan kelompok bersepedanya, malas berurusan dengan semua itu. Namun tidak ketika melihatnya, Andre justru ingin berlama-lama melihat sosoknya, memang benar entah kenapa tapi merasakan nyaman tanpa alasan itu memang ada.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti