Chayra And Dareen

Chayra And Dareen

  • WpView
    LECTURES 66
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadTerminé dim., sept. 6, 2020
Cinta? Atau obsesi? Mereka memang beda tipis tapi ketika perasaan itu muncul akan ada yang membedakan keduanya dengan tegas. Akan tetapi ketika salah satu dari mereka hilang maka rasa sakit hati lah yang akan mendominasi. Tapi Cinta dan obsesi itu beda tipis lalu apa kah yang kurasakan saat ini cinta? atau obsesi? ~Chayra ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Chayra berjalan melalui kolidor menuju ruang kelasnya, karena Chayra lagi buru2 biar sampai di kelas nya, tapi ada seorang laki-laki yg menabrak dia.. Sampai Chayra terjatuh ke lantai... Pas Chayra liat siapa yg menabrak dirinya ternyata kakak kelas nya yg nabrak dirinya "aduhh ka, kalo jalan hati hati dong ka" kata Chayra dengan nada keselnya "bodo amat wlee" jawab Dareen " bukannya tolongin malah diam aja" kata Chayra masih sama dengan nada keselnya. ~ ✦~✦~✦~✦~✦~✦~✦~✦~✦~✦ Ayo di baca cerita aku yg ini ya 😉 And jangan lupa di like, dikomentar, dan follow ya Thanks U....
Tous Droits Réservés
#651
romantice
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Your Are Only Mine
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Don't Leave Me [END]
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • ALTEZZA
  • KIARA [End]
  • "Singgah"
  • Bukan Sekedar Kagum
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||

"mau kamu menjerit, meminta atau bahkan memohon sekalipun tidak akan pernah aku lepaskan, kamu milikku, dan sampai kapanpun kamu hanya akan selalu menjadi milikku, sayang" ucap seorang pria sambil tersenyum dihadapan gadis yang terus menangis. "aku mohon lepaskan aku.. ini salah.. bukan seperti ini caranya.. kamu terlalu berlebihan.. aku mohon.. aku takut.." ucapnya yang terus menerus menangis dihadapan pria yang bahkan tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. "aku ingat disaat terakhir kali sebelum kita berpisah kau juga mengatakan hal yang sama" pria tersebut kemudian berjalan pergi hendak meninggalkan ruangan tersebut. "tunggu, terakhir kali sebelum berpisah? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" gadis tersebut berhenti menangis dan mencoba mengingat kembali tentang pria tersebut namun gadis tersebut tidak bisa mengingat soal pria tersebut sama sekali, dia yakin bahwa mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan dia tidak pernah mengucapkan bahwa dia takut dengan pria tersebut, tidak sebelum kejadian beberapa minggu ini. "pikirkan saja jawaban itu sendiri, kau pasti bisa mengingatnya" pria itu kembali berjalan dan meninggalkan ruangan tersebut kemudian terhenti dan berbalik "itu pun kalau kau masih mengingat diriku" pria itu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat, ketempat dimana semuanya berawal. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu