Musim Kawin

Musim Kawin

  • WpView
    Reads 433
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 7, 2020
Walau pandemi masih berjalan, aktifitas rutin yg sudah membudaya berabad-abad untunglah masih bisa tetap dilakukan lagi tahun ini. Iya, bahwa banyak pasar sempat ditutup, pusat2 keramaian, bahkan sampai tanah suci, berbulan-bulan tak membuka diri. Namun di sela-sela itu, tetap saja ada, diam-diam atau dengan terang-terangan melangsungkan pernikahan. Bahkan bulan ini adalah puncaknya, spt biasa, tak jauh dari peringatan Idul Adha. Kita wajib bersyukur, sebab pernikahan harus terus ada, agar manusia terus bisa berkembang biak. Agar Indonesia tdk masuk dalam daftar yg masyarakatnya tdk lagi suka nikah, cuma suka ah ah ah. Pernikahan harus terus berlangsung, walau banyak yg bercerai. Sebanyak2nya yg bubar, masih banyak yg bertahan. Sebab dengan menikah, kamu jd punya banyak alasan, untuk terus bertahan. Anak, keluarga, nama baik, dan malas kesepian, bisa jd alasan untuk tidak bubar. Pernikahan juga menjadi wahana yg tepat buat menghabiskan uang lebih tepat guna. Karena jk tdk menikah, uang sebanyak apapun, kadang raib tanpa sisa entah untuk apa. Dengan menikah, uang sedikit apapun punya nilai. Pernikahan juga adalah cara agar kita bisa nge sex dengan aman, dan tenang. Tidak perlu takut digrebek massa, atau kena penyakit kelamin. Pernikahan juga adalah cara dimana kita selamat dr pertanyaan tidak mutu dan mengganggu, kapan nikah? Pernikahan juga sebagai tanda kita laku. Pernikahan juga bisa sbg tanda kita sbg makhluk yg mampu bersabar, karena membangun keluarga itu tidak mudah. Mereka yg egois, jelas akan tersiksa habis. Karena kita harus kompromi dengan banyak orang, dan banyak hal. Dalam menikah, kalau kita niatnya hanya cari senang, takut tidak kesepian, bisa jadi kita dapatkan, bisa jadi tertipu, menikah adalah berjuta2 kemungkinan diluar apa yg kita bayangkan. Bisa lebih indah dr yg kita sangka, bisa sebaliknya, neraka dunia. Kemungkinan itu bebas kamu dan pasanganmu memilih, melakoni, dan membuatnya spt apa. \M/
All Rights Reserved
#148
ibadah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepertiga Malam Bersama Allah
  • The 7th Sense
  • Alliya Jodohnya Kak Varlan (SEGERA TERBIT)
  • NO Khalwat UNTIL Akad (Halal Bersamamu)
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • di akhir perang
  • Di Atas Petala Cinta
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • Bidadari Surgaku

Menceritakan tentang POLIGAMI. Sepasang kekasih yang sudah menikah selama tiga tahun tapi belum memiliki ke turunan. padahal mereka sudah berusaha. tapi... mungkin Allah belum mempercayai mereka dalam hal tersebut. Setahun setelahnya sang istri mengalami sakit parah, yang menyebabkan keluarga kecil itu tak bisa memiliki keturunan. Tak akan ada tangis bayi di rumah mereka. Tak ada bukti cinta yang nyata antar mereka. Tak ada yang akan tidur di sela-sela mereka. Tak akan ada yang membuat mereka tertawa dan tersenyum. Tak ada malaikat di rumah mereka. Semua itu tak akan ada... Sampai kapan semua nya akan berakhir. kanker rahim. sebuah penyakit yang tak mudah untuk di musnahkan. bahkan sang suami yang berprofesi sebagai seorang dokter umum pun tak bisa berbuat apa-apa selain meminta dan berdoa pada sang maha kuasa. Allah SWT. Terlebih lagi dengan sang mertua yang masih saja keukeuh ingin menimang bayi dari mereka. Akan kaj semuanya berjalan dengan baik? akan kah rumah tangga mereka terpecah belah dengan adanya pernyataan tersebut?... HIJRAH CINTA KU... "seharusnya kamu dengar apa kata ibu kamu. menikah lah lagi mas? aku mohon! aku juga ingin melihat ada tangis bayi di rumah kita, walau pun bukan aku yang melahirkannya mas!" wanita itu kian terisak oleh keadaan. keadaan macam apa ini? kenapa dia sama sekali tak mendapatkan keadilan dalam hal ini? di saat semua orang bisa memiliki keturunan dengan mudahnya, mengapa ia tidak?

More details
WpActionLinkContent Guidelines