Tahun Ke-7

Tahun Ke-7

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 8, 2021
Halo, aku Jingga, santri putri di pondok pesantren Daarud Dzikri. Ini tahun ketujuh aku berada di pesantren. Tiga tahun pertama di tingkat Madrasah Tsanawiyah-setara SMP, tiga tahun setelahnya di tingkat Madrasah Aliyah-setara SMA, lalu sekarang di bangku perkuliahan. Ma'had Aly. Sekarang tugas ma'had aly bukan hanya mengaji seperti santri pada umumnya, tetapi juga sebagai masa pengabdia pada pondok pesantren. Meski hanya naik tingkat dari madrasah aliyah menjadi ma'had aly, ada banyak perubahan yang harus kuhadapi. Peraturannya, kewajiban-kewajiban yang harus kuemban, dan lingkup pergaulannya tentu saja. Oh ya, dan satu lagi adalah bagaimana para santri yang dulu bercanda denganku kini memanggilku "ustazah". Padahal aku belum siap. Aku belum secakap itu. Dan masa laluku, tidak sebagus itu. "Nama saya Jingga, kalian bisa memanggil saya Ustazah Jingga"
All Rights Reserved
#709
jingga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERJUANGAN DOA[END]
  • Sesuci Cinta Airaa [ SUDAH TERBIT ]
  • Ketika Janji Bertemu Takdir [TERBIT]
  • cinta yang terlambat
  • HAMPIR TERTUKAR (PROSES REVISI)
  • CINTA DI LANGIT PESANTREN [END]
  • takdir cinta anak pesantren (TAMAT)
  • MENJAGAMU LEWAT DOA
  • Annam Al Abbiyan
  • Tuntun Aku Gus! (End)

Hanya cerita sederhana seorang ustadz muda yang ditugaskan oleh kiyai untuk mengajar disebuah pesantren dikota kembang. Niat hati hanya ingin mengajar namun ternyata takdir Allah berkata lain, tubuhnya memang hanya untuk sementara disana tapi tidak dengan hatinya ia menemukan rumah untuk ia berpulang menemukan pelabuhan untuk ia singgah. Seorang gadis cantik dengan seutas kain menutupi wajah cantiknya ia bukan seorang Ning bukan ustazah dan bukan juga seorang santriwati dia hanya seorang gadis yang tinggal didekat pesantren yang diajar oleh ustadz muda itu. Dan mulai dari situ lah perjuangan doa selalu terutas disetiap malamnya menyebut nama orang yang sama yang berhasil merebut hati seorang Raihan Arsyad Habibi ,ustadz muda dengan begitu banyak perestasi nya. ****** "Aku memang tidak begitu peduli kepada mu ,jangan peduli memandang mu saja aku tidak berani ,namun diatas sejadah aku terang-terangan menceritakan dirimu didepan pencipta"~Raihan Arsyad Habibi. •••••••• "Aku memang tidak seberani Khadijah yang menyatakan cinta nya dan bukan juga seperti Fatimah aku hanya mampu menyematkan nama mu disetiap doa ku"~Aulia Fatma azzahra. *******

More details
WpActionLinkContent Guidelines