Kenapa sih, gue harus kenal sama setan yang berwujud manusia? Kenapa sih gue berantem terus sama dia? Kenapa sih, gue harus sabar hadepin dia? Kenapa sih, gue selalu ngebuat orang bosan karena pertengkaran gue sama dia? Yang--hampir--setiap hari terjadi?
Aldan, cowok itu. Kenapa dia harus bahagia disaat gue sengsara? Kenapa dia harus tertawa disaat gue menangis. Oh, gue lebay. Tapi itu kan karena gue ladenin juga, haduh. Gue banyak tanya ya?
Pokoknya ini kisah-kisah hidup gue, bukan gue sama dia, ih. Dia itu cuma penganggangu hidup orang, dasar hama.
Defrina Faula Vivian.
Copyright 2014 by Dzavira
⚠️FOLLOW SEBELUM MEMBACA⚠️
[ Berkomentar dengan sewajarnya, hargai siapapun orangnya dan apapun yang ia tulis ]
Belum di revisi. [TANDAI TYPO!!]
________
Carilah orang-orang yang bisa membawa kamu ke jalan yang seharusnya kamu lewati untuk sampai pada tujuan yang baik. Banyak orang jahat berkeliaran hanya untuk kesenangan mereka pribadi, bahkan dalam keluarga sendiri pun masih sering orang yang melampiaskan masalahnya pada anggota keluarga yang tidak tahu apa-apa. Dan diposisi inilah aku hidup sebagai anak perempuan tunggal kaya raya, tetapi miskin kasih sayang.
Sampai akhirnya, aku dipertemukan dengan seorang lelaki tangguh yang mengubah kehidupan ku hampir sepenuhnya. Ia benar-benar berbeda dari ayahku, padahal banyak sekali orang yang mengatakan bahwa jodoh seorang anak perempuan adalah cerminan dari seorang ayahnya. Aku sempat percaya dan takut dengan pepatah itu, sampai aku tidak menginginkan berjodoh dengan siapapun karena takut jodohku sama dengan watak ayahku. Namun nyatanya, itu hanyalah tipu daya manusia. Aku sekarang tidak akan percaya dengan pepatah yang belum tentu ada buktinya. Meskipun begitu rumornya, aku akan tetap menyayangi kedua orang tuaku yang telah membesarkanku.
Aku pikir penderitaan ku cukup sampai disitu, Namun ternyata aku salah besar. Ada saatnya kita ditinggalkan oleh orang-orang yang kita sayang selama di dunia ini, mereka telah kembali pulang ketempat yang sudah seharusnya menjadi rumah terakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini, semuanya hanya sementara, tinggalah tanah yang rata dengan dunia. Aku tidak sekuat dan seberuntung orang lain diluaran sana, selalu ada saja cobaan yang mendatangiku satu-persatu. Aku selalu berjuang mati-matian untuk kehidupan ku sendiri agar merasa lebih baik dari sebelumnya, tapi tetap saja aku tak pandai menyelesaikannya, aku berusaha untuk hidup dan bangkit sendiri dari keterpurukan ini.
WARNING!: DILARANG COPY/PASTE CERITA INI KARNA INI MURNI KARYA SAYA, JIKA ADA YANG COPPAST LAPORKAN KEPAD