We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tidak untuk Dibeli

Tidak untuk Dibeli

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis desa yang ditakdirkan menjadi tulang punggung keluarganya, setelah sang Ayah meninggal dan Ibu yang mulai berkeriput. Mencari uang keberapa tempat, mengalami berbagai hal pelik, termasuk, penekanan lingkungan yang mengatakan dirinya bukan lagi manusia yang memiliki jiwa sosial, terlalu individualis katanya. Dia, memilih menolak atas permintaan dan dikucilkan, daripada harus menghilangkan hal yang selalu menguatkannya.
All Rights Reserved
#447
survive
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lilin di tengah hujan [END]
  • Kelahiran Kembali di Bawah Mentari
  • Berawal dari putus cinta, berakhir menjadi waria
  • Jadi Istri Bapak Kos
  • Dari Bullying Menjadi Bestie
  • Aroma Cinta Ikan Asin
  • My Secretary [On Going]
  • The Broken Boy
  • After Travelling I Don't Know Who I'am Woman Or Man

Amara, seorang gadis berusia 14 tahun, adalah anak tengah dalam keluarga sederhana yang tampak bahagia dari luar. Kakaknya, Aditya, adalah siswa berprestasi, sementara adiknya, Keisha, selalu menjadi pusat perhatian dengan sikap manisnya. Amara merasa seperti bayangan di antara mereka-tidak terlihat, tidak didengar. Namun, yang tidak diketahui banyak orang adalah bahwa Amara mengidap gangguan mental yang dikenal sebagai Major Depressive Disorder. Dalam pikirannya yang rapuh, ia berjuang melawan rasa tidak berharga, kecemasan, dan keputusasaan yang terus menghantuinya. Ketika keluarganya menghadapi krisis keuangan setelah ayahnya kehilangan pekerjaan, beban emosi di rumah semakin berat. Ibunya menjadi lebih sibuk mencari cara untuk menutupi kebutuhan keluarga, sementara kakaknya mulai menjauh karena tekanan akademik. Adiknya, meski ceria, terlalu muda untuk memahami perasaan Amara. Di tengah situasi itu, Amara menemukan sedikit pelipur lara dalam seni melukis, menggambarkan dunia yang ia inginkan tetapi tidak bisa ia capai. Namun, ketika rahasia tentang penyakitnya mulai terungkap melalui coretan diari yang tak sengaja ditemukan oleh adiknya, seluruh dinamika keluarga berubah. Kisah ini mengikuti perjuangan Amara untuk menemukan tempatnya di dunia, melawan rasa sakit yang tak terlihat, dan belajar bahwa hidup, meski penuh badai, bisa menjadi indah jika ia menemukan kekuatan untuk bertahan. Dengan bantuan seorang teman tak terduga dan perlahan-lahan dukungan keluarganya, Amara mulai menyadari bahwa meskipun dirinya adalah "anak tengah yang terabaikan," ia memiliki nyala kecil yang mampu menerangi hidupnya sendiri-seperti lilin di tengah hujan. Novel ini menggambarkan perjalanan batin seorang remaja yang berjuang melawan keterasingan, tekanan keluarga, dan dirinya sendiri, dengan pesan bahwa keberanian untuk hidup adalah bentuk kemenangan terbesar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines