We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MEREKA YANG TAK TERLIHAT [HIATUS]

MEREKA YANG TAK TERLIHAT [HIATUS]

  • WpView
    Reads 780
  • WpVote
    Votes 125
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 11, 2022
WpInfo
Fiction
Mystery
Sekumpulan mahasiswa membentuk sebuah Club untuk memecahkan sejumlah misteri yang terjadi dikampus mereka. Salah satunya tentang kematian sahabat mereka setahun yang lalu. Wang Guk University merupakan TOP 5 kampus terbaik di Seoul. Setiap tahunnya para pelajar berusaha keras untuk dapat menjadi salah satu mahasiswa dikampus itu. Namun kehidupan dikampus itu tidaklah seperti yang terlihat diluarnya. Ada sebuah rahasia besar yang selama ini terkubur dalam-dalam. Tak ada yang menyadarinya, bahkan sebagian tak memperdulikannya. Jung Soojung gadis indigo yang memutuskan pindah ke Seoul, setelah mengalami perundungan akibat kelebihan yang dimilikinya. Semua orang menganggap dirinya aneh, gila, berbahaya, dan menakutkan. Tak ada seorang pun yang ingin berteman dengannya. Dikampus baru dan tempat tinggal barunya, ia berharap dapat memulai kehidupan yang lebih baik.
All Rights Reserved
#24
soojung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HORROR PICNIC
  • Blood & Obsession (HeeWon)
  • The Silent Code: Shadow of Betrayal
  • The Suspicious Sunbae "VKOOK"
  • Ghost Hunter : Bloody School ✖ BTS Ft TXT [BOOK 1] [ ✔ ]
  • Gen Z Dorms: Drama, Love, and Secrets

Salju turun terlalu lebat malam itu di pinggiran Gangwon, membungkus sebuah vila megah dalam kesunyian yang mencekam. Di dalam bangunan bernilai miliaran Won tersebut, aroma wine mahal bercampur dengan bau besi yang amis bau darah yang masih hangat. Tuan Park menatap pantulan dirinya di dinding kaca yang retak. Di belakangnya, tawa anak - anaknya yang biasanya mengisi ruangan kini telah bungkam selamanya. Tidak ada teriakan. Hanya ada keheningan yang menyesakkan seolah dinding - dinding marmer itu sendiri yang menyerap suara mereka. Ia tahu, tanah tempat bangunan ini berdiri tidak pernah menginginkan keberadaan mereka. Vila ini cantik, namun ia memiliki "perut" yang lapar akan nyawa. Sambil menggenggam erat sebuah kunci perak di tangannya, Tuan Park membisikkan janji terakhir sebelum kegelapan benar - benar menjemputnya. "Siapa pun yang masuk... tidak akan pernah benar - benar bisa pulang." Dua puluh tahun kemudian, kunci itu kembali berputar di lubangnya. Dan pintu vila terbuka untuk menyambut tamu - tamu baru dari seberang lautan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines