SHENA

SHENA

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 24, 2020
Awalnya Aina hanya ingin meminjam buku pada Anta, tetapi yang ada Anta malah bermain-main dan membuatnya kebingungan. "Loh Anta?" Aina bingung karena Anta menarik tangannya kembali sebelum Aina mengambil buku dari Anta "Iya kenapa?" pandangan Anta lurus pada Aina, tatapan mata teduh yang sangat menenangkan "Bukunya?" tanya Aina lagi "Sini" suruh Anta "Hah?" "Sini, deketan" kursi Aina memang agak jauh dari Anta, lalu Aina menggeser kursinya sedikit "Sinian lagi Naa" suruh Anta lagi "Emang kenapa sih?" "Gapapa sinian aja" sehabis mengucapkan itu, dengan gerakan tiba-tiba Anta menarik kursi Aina ke dekatnya "Anta! gue kaget Astaghfirullah" pekik Aina, dia mengusap dadanya "Ini Na bukunya" Kata Anta dengan rasa tidak bersalahnya "Yaudah makasih ya, gue pinjam dulu" kata Aina, dia pun mulai mencatat materi yang ada di buku itu. Aina sibuk mencatat, tapi Anta malah mengganggunya dengan memainkan rambut Aina "Anta apasi" "Udah Na nyatet aja" Anta tetap memainkan rambut Aina "Na sini deh bukunya" Anta mengambil buku Aina dan menuliskan tanda tangannya di halaman paling belakang buku, hampir tidak ada jarak diantara keduanya sedangkan sekarang jantung Aina sedang disko gak jelas, di bawah tanda tangan itu ada tulisan yang membuat pipi Aina merona. Anta, masa depan Aina.
All Rights Reserved
#884
hurt
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DeaSea
  • dimana janji tersebut
  • KEMARIN [END]
  • the other side
  • My Perfect Happy Virus
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • AGGA
  • Felicity [On Going]
  • The Story Of Aghea
  • Martanita [END]
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines