We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Someday [On Going]

Someday [On Going]

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 20, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
[JANGAN LUPA DI FOLLOW SEBELUM MEMBACA] "Aku tidak bisa mencintai seseorang yang tidak tahu bagaimana cara menghargai orang lain," ucap Daffa datar. "Lagi pula seharusnya kamu sadar, tidak ada yang mengharapkan kamu kembali!" Lanjut Daffa tega. *** Tujuh tahun dipisahkan oleh jarak dan waktu, akhirnya mereka kembali dipertemukan oleh takdir. Zylda kembali bertemu dengan seorang laki-laki yang pernah ia temui tujuh tahun yang lalu. Tentunya hal itu membawa kebahagian untuk Zylda, akan tetapi tidak dengan Daffa. Kekecewaan, hal itulah yang melekat dalam pikiran seorang Andaffa Zergan, seorang laki-laki cupu yang berubah 180 derajat. Vektor by : @apgraphic Edit by : Canva Update setiap hari Rabu ✨ Start : Rabu, 21 Juli 2021
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jika, Mungkin (completed)
  • HIDDEN SIDE
  • Zahra & Rakha
  • Darkness Shades{END}
  • MANTANKU BOSKU [COMPLETED]
  • The Rainy Nights (END)
  • BEKAS
  • Nostalgia

1 in metropop (15 Januari 2021) 1 in generalfiction (29 April 2021) "Jika saja aku bertemu denganmu lebih awal, Mungkin kisah kita akan berbeda." Cincin pernikahan harusnya menjadi sebuah lambang penuh arti, tapi bagaimana jika mereka hanya memasangnya saja untuk menipu banyak orang, bagaimana jika diri masing-masing justru tetap ingin menikmati dunia sendiri, tak sudi menyatukan kepala seperti seharusnya. Mungkin, keduanya mengerti makna besar yang terselip pada benda melingkar di jari manis mereka, hanya saja enggan untuk melakoni tentang ilustrasi membahagiakan dari sebuah ikatan tali pernikahan. Mya terkadang ingin mundur, menyerah pada takdirnya, tinggal satu flat dengan laki-laki yang bahkan tak pernah menyentuh kopi buatannya. Dewa juga ingin melepaskan kupu-kupu yang ia genggam meski pada akhirnya ia tahu kenapa mereka harus dipaksa seperti orang yang terlihat begitu serasi. ©aprilwriters 2020

More details
WpActionLinkContent Guidelines