" Melamar? " Pak Ari terkejut, lalu ia melihat hantaran yang ada dimeja. Iya ini lamaran. Batinnya "Iya pak, putri bapak sudah menyetujui bahkan sudah menyebutkan mahar yang diinginkan nya" terang Abimanyu. " Benarkah?" Pak Ari semakin kaget, Arista diruang tengah pun kaget. " Iya pak" jawab Prabu " Arista sini nduk" Arista menuju ruang tamu didampingi ibunya. Bu siti tersenyum kepada para tamu. "nduk,Iki mau (ini tadi) nak Prabu bilang mau ngelamar kamu, kamu katanya udah nyebutin mahar?" Arista bingung, lalu dia memandang prabu seketika itu dia teringat dengan obrolan tadi siang yang ia anggap hanya bercandaan namun diseriusi oleh Prabu. " Aduuh,aduh sakit pak" " dilamar orang gak ngomong main terima aja" pak prabu mencubit hidung anak nya " sekarang pandang-pandangan , karena kamu udah Nerima, kita langsung akad nikah sekarang"
More details