Rembulan' (On Going)

Rembulan' (On Going)

  • WpView
    Membaca 183
  • WpVote
    Vote 89
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Sep 24, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
ANNASYA REMBULAN. Gadis cantik yang selalu tersenyum dimanapun dan dalam kondisi apapun dirinya berada, Tak pernah menunjukkan raut wajah sedih ataupun menangis ketika sedang disakiti oleh orang lain. Sosok malaikat berwujud manusia, hatinya yang baik, ramah, dan selalu ceria meskipun banyak yang membenci dirinya. Selalu merasa baik baik saja disaat semua orang mulai menjauh, berawal dari kejadian masa lalu membuat ibunya membenci dirinya. Apakah Rembulan akan tetap menampakkan senyum manisnya seiring berjalannya waktu dalam keadaan yang yang menyedihkan seperti itu, ataukah Ia mulai bosan dengan kondisinya yang sedang tidak baik baik saja? Bukan hanya mengulas kisah Bulan yang dibenci ibunya, Namun persahabatan dan kisah cinta Bulan juga akan di paparkan di sini. Kalo penasaran sama kisahnya Rembulan, yuk baca siapa tau suka ^_^
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
erza
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Memories in Moon
  • Stop It, Darka! [END]
  • BULBUL! [END]
  • REMBULAN [On Going]
  • Antara Bulan dan Bintang
  • BULAN (END)
  • BULAN [Selesai]
  • Bulan (END)
  • Massa (TAMAT)✓

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan