Ketika Cinta Berkata [END]

Ketika Cinta Berkata [END]

  • WpView
    Reads 81,311
  • WpVote
    Votes 6,377
  • WpPart
    Parts 48
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 21, 2022
WpInfo
Fiction
Social Themes
Adiba Yusra Khairunnida. Gadis ceria yang tak peduli dengan cinta. Diusianya yang sudah menginjak 26 tahun ia belum menemukan dambaan hatinya. Padahal termasuk usianya hampir semua sudah berkeluarga. Karena cinta tidak tumbuh begitu saja. Cinta tumbuh seiring berjalannya waktu. Dan dia belum menemukannya. Disaat ada lelaki melamarnya, tapi lelaki itu lebih muda darinya. Di sisi lain ia menginginkan calon pendamping yang lebih dewasa. Apakah dia akan menerimanya? Atau menolaknya?
All Rights Reserved
#80
terbitjaksamedia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Ikhlas
  • WANITAKU,HUMAIRA [TAMAT]
  • Mr.Cool is My Husband (On Going)
  • Cinta Suci Zahra✓
  • Adiba Ayundia (TAMAT)
  • Pahala Surgaku✓
  • Aku Ingin Menjadi Sholehah
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Akhirnya Aku Menikah (Revisi)
  • Cinta Suci Adiba (END)!

Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja. Ade, seorang pemuda yang sederhana dan religius, menemukan sebuah buku yang tertinggal di sebuah taman. Beberapa hari kemudian, di tempat dan posisi yang sama, ia kembali menemukan sebuah tasbih, lalu di hari berikutnya sebuah gelang. Ketiganya ternyata milik perempuan yang sama-Desi, seorang mahasiswi cerdas dan santun. Saat Desi kembali ke taman untuk mengambil gelangnya, ia terkejut melihat buku miliknya sedang dibaca oleh Ade. Pertemuan singkat itu membuka percakapan pertama mereka. Meski terkesan dingin, Desi meninggalkan kesan mendalam bagi Ade. Takdir terus mempertemukan mereka, mulai dari pertemuan tak sengaja di lampu merah hingga obrolan ringan di taman masjid. Namun Desi menjaga jarak dan memberi syarat, jika Ade sungguh ingin mengenalnya, ia harus menemui ayahnya langsung. Bagi Desi, cinta bukan sekadar rasa, tapi tentang adab dan restu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines