Ketulusan
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 25, 2021
#Karin Aku yang selalu siap berada di belakang kamu saat kamu butuh sandaran, dan di saat kamu butuh motivasi. Bahkan aku siap untuk menggenggam tanganmu dan meyakinkan jika kamu bisa untuk kembali lagi pada duniamu, aku siap untuk menyemangatimu setiap hari agar kamu bisa melihat jika dunia ini masih ada wanita baik dan tulus mencintaimu. #brayen Aku yang patah karena cintaku yang dulu. Hingga aku buta dengan cinta tulus dari wanita manapun karena di isi otakku hanya ingin tau bagaimana di posisi wanita. Bahkan yang ku tau jika wanita di hadirkan di dunia ini hanya sebagi alat untuk menyakiti hati pria dan aku ingin di posisi itu, hingga aku menemukanmu yang akan selalu siap menjadi tempatku pulang kapan saja saat aku butuh sandaran, menangis, dan pulang. Kepoin yukkk siapa tau nyaman 😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • The Kidnapper
  • TIRAMISU
  • ALISHA (end)
  • I'm sorry
  • I'm broken [BHS#1]✓
  • LINEO (Story of Evelyn Arsenio) -END
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • dia pilihanmu
  • CARBIL

💢Stop plagiat "Aku hanyalah rumah yang tak pernah dipilih untuk pulang." "Hidup tanpa bisa mengingat apapun, apa masih bisa disebut hidup?" Karel tumbuh sebagai anak yatim piatu, hidup di antara orang-orang yang ia temui setiap hari namun tak pernah benar-benar terasa dekat. Yang ia bawa hanya satu harapan sederhana, memiliki rumah selayaknya. Harapan itu seolah terjawab ketika ia diangkat menjadi bagian dari keluarga Winata. Namun alih-alih disambut sebagai keluarga, Karel justru harus lebih dulu menghadapi penolakan dari saudara-saudaranya sendiri. Setiap langkahnya menjadi pembuktian, setiap keberadaannya selalu dipertanyakan. Dan ketika ia hampir percaya bahwa usaha dan kesabarannya akan berbuah, takdi kembali mengambil alih. Ia dipaksa menerima kenyataan yang jauh lebih menyakitkan, bahwa ada hal-hal dalam hidup yang tak bisa ia diperjuangkan, selain hanya bisa pasrah. SEBELUM LANJUT JANGAN LUPA FOLLOW DULU..

More details
WpActionLinkContent Guidelines