Buronan

Buronan

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Akhir-akhir ini ada yang mengganggu jadwal tidurku. Entahlah, aku juga tidak tau apa itu. Malam terasa lebih pendek dan pagi menjadi lebih panjang. Aku dihantui oleh sesuatu. Sesuatu yang membuat mataku enggan tertutup. Kau tau bagian yang paling menyeramkan? Sapaan jangkrik malam yang mengingatkan kalau kau sudah diseparuh jalan menuju pagi.
All Rights Reserved
#7
buronan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Balik Kacamata [END]
  • Moncake : Murder in Dreaming (Moncake Prime Cases Batch 1)
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Mantan Housekeeper Bos! (Housekeeper Series)
  • (Bukan) Keluarga
  • Mahligai Sunyi
  • Wrong Dream
  • Penghuni Malam

Hidup di perantauan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah, selalu merasa sendiri meskipun ada banyak orang di kota metropolitan yang hampir sama padatnya dengan ibu kota. Perjalanan hidup yang tak mudah, apalagi bagi wanita yang sudah berusia lebih dari seperempat abad sepertiku. Aku kira hatiku sudah mati rasa, tapi sepertinya itu hanya praduga. Tak ada awalan berupa perjodohan maupun ta'aruf, seperti yang pernah aku jalani dulu. Hanya pertemuan alami yang tak terlepas dari kehendak Tuhan. Nyatanya tanpa ku sadari, hatiku perlahan jatuh pada seorang pria berkacamata yang awalnya bahkan tak mendapat perhatian khusus dariku. Perlahan, hal yang biasa berubah menjadi sesuatu yang tidak biasa karena terlalu sering menghabiskan waktu bersama. Satu hal yang terlambat aku sadari adalah kenyataan bahwa setiap manusia memiliki rahasia yang tak diketahui oleh manusia lainnya, begitupun dia. Sesuatu yang tersembunyi rapat di balik kacamata yang ia gunakan. Kacamata itu menjadi dinding pembatas yang menghalangi orang untuk mengetahui jati dirinya yang sesungguhnya. Pada akhirnya, pilihan tetap berada di tanganku. Mau tetap bertahan atau malah memutuskan untuk pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines