Broken Home Depressed Me!

Broken Home Depressed Me!

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 22, 2020
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Brakkk! "Kamu bisanya apa sih Nay! Gak guna banget kamu ada di dunia ini! Nyesel mama lahirin kamu!". Bentak Mama pada Nayra. Nayra hanya terdiam mematung mendengar ucapan mamanya, dan air matanya pun mulai berderai. "Nayra gak pernah minta dilahirin ke dunia ini mah, kalau Nay ngebebanin mamah terus Nay minta maaf, maaf Nay gabisa jadi anak yang mamah inginkan". Batin Nayra menangis. Cerita ini juga sebagian gue ambil dari kisah nyata ya, gue cuma mau nuangin perasaan gue lewat cerita ini, jadi pasti banyak yang ditambahin oke, so jangan baca di awal aja yaa!! cover : pinterest
All Rights Reserved
#296
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sang Pemilik Luka
  • Without You
  • ARTAN
  • Felicity [On Going]
  • Cerita Alexa
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • RIRI NATARI [END]
  • Remember You - {On Going}

Tentang Naomi Meishana Eloise-gadis dengan luka yang tak terlihat. Di balik keceriaannya , tersimpan jiwa yang telah lama lelah disakiti, terutama oleh sosok yang seharusnya melindunginya: ibunya sendiri. Meisha tumbuh dengan luka yang tak pernah benar-benar sembuh, dan takdir seolah tak pernah berpihak padanya. Ia terus berjalan, menyembunyikan luka di balik senyuman tipis dan diam yang rapat. ***** "Jauhkan kucing itu dari gue!" bentak Meisha dengan suara bergetar. Nafasnya memburu, dadanya naik turun tak terkendali, dan matanya mulai berkaca-kaca. "Why? Lo phobia?" tanya Keenan, bingung. "Gue trauma... sama makhluk berbulu itu. Tolong, jauhin..." bisik Meisha lirih, sebelum akhirnya isak tangis pecah dari bibirnya. Keenan langsung tersentak, buru-buru menurunkan kucing itu dari pelukannya. Dengan perasaan bersalah, ia meraih bahu Meisha yang mulai bergetar hebat. "Maafin gue... gue bener-bener gak tau. Gue gak bermaksud bikin lo kayak gini." Suaranya melembut, penuh penyesalan. Ia lalu memeluk Meisha perlahan, menenangkan gadis itu sambil mengusap punggungnya dengan lembut. "Apa yang bikin lo bisa sampai segini traumanya?" tanyanya pelan. Meisha diam. Sesaat kemudian, ia menggeleng pelan, menahan perih yang belum siap dibuka. "Maaf... untuk sekarang, gue belum siap cerita."

More details
WpActionLinkContent Guidelines