"Siapa kamu?"
"Mate"
"A-apa?"
"Tunggulah mate"
*****
"Mimpi itu terus berulang. Siapa pria itu? Wajahnya tak jelas, akupun tak mengenali suaranya! Hanya aura intimidasi dan kemisteriusan yang terpancar. Kenapa mimpi aneh selalu muncul, disaat masalah hati dan keluarga menimpaku bertubi"
-Ratu Delia Hermawan
"Tunggulah aku akan segera datang... Jangan pernah berpikir untuk bisa lepas atau pergi dariku MATE. Lupakan dia. Kau hanya milikku dan selamanya hanya untukku."
- I Gusti Daniel Wilmarta
"Mengapa kau justru mendekatkan aku pada adikmu? Tidakkah kau sekalipun merasa ada yang istimewa diantara persahabatan kita? Atau hanya aku yang terlalu berharap lebih padamu Queen?"
- Raka Dirajamatha
****
Halo baca ceritaku ya, hubungan antara dunia manusia dan dunia warewolf. Semua dikemas unik berdasarkan imajinasiku pada dunia werewolf yang moderen. Bukan klasik yg hidup ditengah hutan. So siap-siap diaduk bagai rolecoaster emosi cinta dan penghianatan.
119 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
119 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
"Jauhi gelapnya malam... dan indahnya bulan, jika kau ingin terhindar dari kutukan."
Itulah yang dikatakan seorang peramal padaku beberapa bulan lalu. Saat itu aku hanya tertawa. Siapa yang percaya pada kutukan di zaman modern ini?
Namun, semuanya berubah ketika aku pindah ke sebuah kota kecil di Amerika Serikat-tempat yang terasa terlalu tenang, terlalu asing. Ayahku yang keras kepala memaksaku meninggalkan hiruk-pikuk New York demi 'kehidupan yang lebih aman'.
Awalnya semua baik-baik saja. Bahkan, aku bertemu seorang pria yang membuat detak jantungku kacau. Senyumnya hangat, matanya dalam-terlalu sulit untuk tidak jatuh hati. Tapi entah kenapa, bayangan kata-kata sang peramal mulai kembali menghantuiku.
Saat malam turun, kota ini berubah. Ada sesuatu di balik kabut dan keheningan malam. Sesuatu yang mengintai. Sesuatu yang haus.
Ketika saudara kembarku menghilang tanpa jejak, segalanya menjadi mimpi buruk. Dan pria yang kupikir bisa kupercaya... ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih kelam dari yang bisa kubayangkan.
Kini aku berdiri di ambang dua pilihan: tetap bersembunyi dalam cahaya semu, atau masuk ke dalam gelap yang penuh bahaya untuk menemukan kebenaran.
Apakah kutukan itu benar-benar nyata? Atau aku hanya menjadi bagian dari sesuatu yang jauh lebih tua... dan lebih mengerikan?