ATTRACTED
  • WpView
    Reads 200
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
#Book 1 / the beginning series Ini bukan cerita tentang,si ketua gengster berwatak dingin yang jatuh cinta dengan cewek manis dan lugu.Bukan juga cerita tentang cowok badboy yang bertemu dengan cewek goodgirl. Tapi ini cerita tentang,seorang cowok yang mempunyai ambisi besar untuk tetap mempertahankan gelarnya sebagai murid terpintar.Dan seorang gadis pindahan yang mampu membuatnya benci karna dia menganggap gadis itu akan menjadi saingannya. "Ego ga akan selamanya benar,sekali-kali lo itu harus ngikutin apa kata hati lo." "Gue ga ngerti kemana arah pembicaraan lo." Cowok ber hoddie putih itu menanggapi ucapan sahabatnya dengan nada datar. "Ga usah sok bego,gue bisa liat dari mata lo.Cara lo mandang dia itu beda,ga sedingin dulu." Sampai pada akhirnya dia menyadari kalau dia sudah jatuh dalam pesona gadis yang selama ini dia benci. Tapi karna ego nya yang besar,dia bertekad untuk mengubur dalam-dalam rasa yang tengah tumbuh dengan suburnya. "Gue ga mungkin tertarik sama dia" #3 Ketenaran (12,09,20) #3 Kepintaran (12,09,20) Publish : 12 September 2020 [ JANGAN NGAKU BERKARYA KALAU CERITA AJA MASIH PLAGIAT🚫❕] [ DILARANG MRNG-COPY PASTE CERITA INI❕] TBC!!!
All Rights Reserved
#111
spoiled
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines