Jarak
  • WpView
    LECTURES 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., août 17, 2020
Satu tahun yang lalu, pada hari terakhir ospek di fakultas Riani melihatnya. Laki-laki dengan rambut ikal menyentuh bahu dan PDH berwarna hijau. Khas organisasi pencinta alam di fakultas itu. Ia selalu tersenyum ramah pada setiap mahasiswa baru -perempuan- yang terihat tertarik untuk bergabung. Setelah mengumpulkan keberanian, Riani memutuskan untuk mendekat. Menyapa lelaki itu dengan canggung. Ia tersenyum dengan sangat ramah. Manis sekali. Mata mereka bertemu. Saat itu, Riani seakan melihat sesuatu. Sesuatu yang selama ini selalu ia lihat dalam matanya melalui cermin. Ada luka di sana. Luka yang sepertinya sudah sangat lama ia pendam. Sama seperti dirinya. Setelah pertemuan itu, semua berjalan seperti biasa. Riani sibuk dengan jadwal kuliahnya di tahun pertama dan melupakan keinginannya untuk mengikuti organisasi. Lalu, satu tahun kemudian mereka bertemu kembali. Ia menyapa dengan sama ramahnya seperti saat pertama mereka bertegur sapa. Saat itulah semua bermula. Cerita yang mereka tau akan berakhir seperti apa namun tetap masuk ke dalamnya.
Tous Droits Réservés
#10
mapala
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • ELSA & GINTARA [END]
  • Ini Kepemilikan
  • Jungkir Balik Dunia Ocha (Selesai)
  • Jangan Pergi [TERBIT]
  • Rakeyan (On Going)
  • Our Path Diffrent
  • Peluk
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • ANGGI MAHARANI

Beberapa tamu yang baru saja hadir berhasil membuat suasana di dalam Gereja semakin ramai. Situasi yang tentunya langsung membuat keringat Gintara bercucuran meski rasanya tidak gerah sama sekali. Ada gugup sekaligus haru yang baru pertama kali ia rasakan dalam hidupnya. Sambil melihat dirinya sendiri di pantulan kaca, ia kerap merapalkan doa semoga ini jadi yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Sebab ia percaya, apa yang sudah persatukan oleh Tuhan, tidak bisa dipisahkan manusia. Sementara itu, selang beberapa jam setelahnya, Elsa yang baru saja menyelesaikan riasan pengantinnya mulai sibuk mencari tisu. Air mata yang sejak tadi ia tahan kini sudah tak terbendung lagi. Perasaan aneh yang menjelma jadi seulas senyum tipis terpoles di bibirnya kala melihat seorang penghulu yang sudah hadir. Tepat beberapa detik setelahnya, bayangan wajah laki-laki yang bertahun-tahun lamanya hidup dalam ceritanya semakin tergambar jelas. "Yuk, akadnya udah mau mulai," tegur Riska yang selalu jadi saksi bagaimana hati Elsa dibolak-balikkan oleh satu laki-laki yang sama. Sampai tangannya menangkap tangan Riska yang sudah tersenyum haru di sampingnya, Elsa tersadar bahwa sebentar lagi hidupnya akan benar-benar berubah. Tidak ada waktu lagi untuk memikirkan apa yang akan terjadi dalam hidupnya setelah ini. Elsa hanya ingin bahagianya nyata. Mungkin saja ini waktunya. Semoga.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu