Jurnal Manusia

Jurnal Manusia

  • WpView
    Membaca 107
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Agt 20, 2020
Pernahkah kamu bertanya siapa dirimu? Untuk apa kamu ada di dunia ini? Apakah aku sama dengan manusia lainnya? Atau apakah aku berbeda dengan manusia lainnya? Bagi beberapa orang mungkin pernah mendapatkan atau bahkan melontarkan pertanyaan-pertanyaan tadi. Ada yang menanggapinya, ada pula yang tidak. Ada yang menemukan jawaban, tapi ada juga yang tidak. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi juga bervariasi. Ada yang menjawabnya dengan kalimat sehari-hari, ada yang dengan kalimat puitis, ada juga yang menggunakan pendalaman filosofis. Di dalam cerita ini saya akan bercakap-cakap tentang keberadaan dan perjalanan entitas yang bernama manusia. Siapkan cemilan, mari kita berlayar!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#207
selflove
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Di Antara Kita (END)
  • Slow Days (FIN)
  • Just a memory~ (Lilipan012)
  • Pelukan Terakhir
  • You're Here, But Not For Me
  • CATATAN HARIANKU
  • ON REMEMBERING
  • Meneroka Jiwa 2
  • Manusia dan Coretannya [TAMAT] - Revisi
  • KETIKA LABEL TIDAK LAGI MENENTUKAN SIAPA KITA

Empat tahun berlalu, kutelan luka seorang diri. Namun takdir justru menghadirkanmu kembali di hadapanku-membongkar rapuh yang berusaha kututupi, meruntuhkan segala usahaku melupakanmu. Bersamamu, harapan yang sempat mati kembali berdenyut. Tapi di sisiku, ada seorang pria yang dengan sabar menawarkan kesetiaan, janji, dan bukti... bahwa cinta tak selalu harus melukai. Aku terjebak di antara keinginan dan kenyataan. Antara lelaki yang kuinginkan dan lelaki yang dipilihkan keluargaku. Setiap langkah yang kuambil hanya menambah dalam luka lama, hingga aku mulai bertanya-tanya: mengapa cinta harus serumit ini? Ardan, mengapa untuk memilikimu terasa mustahil?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan