My Number One

My Number One

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 22, 2020
Menyesal. Fio sangat menyesal membuka isi pesan dari Ibunya yang menanyakan hasil ujiannya yang selalu sama. Kalah dari Farel. Ia heran, dengan usahanya selama ini yang tidur hanya sejam dua jam tidak juga bisa mengalahkan nilai sempurna Farel yang notabenenya tidak pernah sekalipun membuka buku. Tes Tes Air mata itu terus keluar. Fio melihat jamnya dan melanjutkan menangis. Masih sepuluh menit, sebelum jam masuk kelas. Bagi pejuang seperti Fio, menangis ada tenggat waktunya. Ia bisa menghabiskan waktu untuk menangis meluapkan segala emosinya didalam bilik kamar mandi tanpa diketahui satupun teman yang mungkin akan menertawakannya jika mengetahui kesedihan Fio.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Daniel Owns Me
  • Ketika Cinta Berbicara
  • My Perfect
  • So Long, High School
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • NAUSY
  • Persona
  • Arsyilazka
  • NERD GIRL [TAMAT]
  • RAJAWALI

[Heartbeat] "Sekali lo berurusan sama Daniel. Kecil kemungkinan lo buat lepas dari dia. Karena Daniel, bukan orang yang mudah lepasin lawannya." Daniel Aska Sagara, sudah bukan rahasia umum lagi jika orang-orang menyebutnya sebagai cowok yang tidak memiliki hati, terlebih di sekolahnya. Sekolah yang hanya bisa dimasuki anak-anak kalangan elit bertajuk Cakrawala. Dia memang pemberontak, perusuh, dan suka mengintimidasi lawan. Tapi, Daniel bukan orang yang suka memulai, dia hanya hobi memperpanjang perkara. Terkecuali untuk sosok bernama Altair Rajendra. Nara Zarina, gadis panti asuhan yang beruntung bisa berbaur dengan anak Cakrawala. Di seminggu sejak ia resmi menjadi siswa sekolah elit itu, ia harus menelan ludah ketika berurusan dengan iblisnya Cakrawala; Daniel. Entah bagaimana bisa, tiba-tiba Daniel mengklaim Nara sebagai miliknya. Sayangnya, tidak ada yang tahu alasan Daniel menjadikan Nara kekasihnya. Hingga tiba saatnya, semua terbongkar. Nara mengerti. Daniel terlalu egois dengan menjadikannya sebagai umpan luka masa lalunya. Dan dari sinilah, satu-persatu luka kembali terungkap. Luka yang terjadi antara Daniel dan Altair, orang yang paling Daniel benci karena telah melenyapkan seseorang yang paling ia cintai. [17+] Mengandung ungkapan serta perlakuan kasar yang tidak disarankan untuk ditiru!

More details
WpActionLinkContent Guidelines