Althea
  • WpView
    Leituras 63
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jun 24, 2021
Panggil aku Zia. Orang-orang percaya aku yang pendiam adalah bentuk pembawaanku sebagai siswi pintar. Padahal tidak, aku juga ingin punya banyak teman. Namun, ya sudahlah, memang setelah dipikir lagi aku pun juga tak pintar dalam bergaul. Sekolah dan sosial media adalah dua hal yang sering kali menjadi beban pikiranku. Keseharian yang monoton seringkali membuat hidup ini benar-benar terasa semakin memuakkan. Kata Bunda, aku seperti emas ditengah lumpur pertambangan. Sayangnya, aku selalu lupa menanyakan apa maksud kalimat itu. Meskipun nama belakangku Althea, percayalah aku tak sebagus arti namanya. Si penyembuh. Tapi yang kulakukan selalu menyusahkan, tak ada yang kusembuhkan. Ini konyol!
Todos os Direitos Reservados
#64
jendela
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Bunuh Saja Aku Tuhan
  • Juan [REVISI]
  • Memories in Moon
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Princess Introvert
  • Helena & Morrisa
  • Let Me Love You Longer
  • GERA (SUDAH TERBIT)

"Bunuh Saja Aku, Tuhan" Karya Kelvin A. Purnomo Bunuh Saja Aku, Tuhan bukan tentang kematian fisik. Ini adalah jeritan batin dari seseorang yang merasa hidupnya telah kehilangan makna, bukan karena ingin menyerah, tapi karena ia ingin mengakhiri bagian dari dirinya yang kalah, bagian yang takut, malu, atau merasa tak layak hidup. Ini adalah permintaan simbolik: "Bunuh bagian dari aku yang lemah, agar aku bisa membangun kembali versi diriku yang lebih jujur, lebih berani." Dalam cerita ini, Arka tidak sedang mencari jalan pintas. Ia justru sedang mencari cara untuk tetap hidup, meski dengan segala luka, kehilangan, dan kesalahan yang pernah ia buat. Dan saat ia hampir menyerah, yang ia minta dari Tuhan bukan akhir dari napas, tetapi kemampuan untuk memulai ulang. "Bunuh Saja Aku, Tuhan" bukan kisah tentang kematian, tapi tentang bertahan. Tentang keinginan untuk hidup meski tak selalu sanggup. Tentang seorang anak muda yang berusaha mengerti dunia, juga mengerti Tuhan yang kadang terasa terlalu diam.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo