KARISA
  • WpView
    Reads 3,521
  • WpVote
    Votes 506
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 25, 2022
❗Follow sebelum membaca❗ 🚫PLAGIAT DILARANG MENDEKAT🚫 *** "Murah banget sih jadi cewek." Reyhan menatap Karisa rendah. Reyhan mengeratkan genggaman, "Lo mau rusak persahabatan gue? iya?!" bentaknya. "Kak Rey dengerin penjelasan aku dulu." ucap Karisa dengan air mata yang mengalir di pipi chubby nya. Reyhan menjambak rambut Karisa, "Apa yang mau lo jelasin?! Apa?! Apa yang lo mau dari gue hah?!" *** "Ini beneran lo, Kar?" ucap lelaki itu tak percaya. "Kenapa? Lo berharap gue masih perjuangin lo?" tanya Gadis itu. Reyhan menangkup pipi chubby nya, "Maaf, Kar. Maafin aku." ucapnya menangis. "Makanya. Selagi masih ada jangan disia-siakan, kalau sudah pergi semua itu cuma kenangan yang menyakitkan." lanjutnya. *** Ini cerita pertama aku. Semoga kalian suka💜 VOTE KOMENNYA JANGAN LUPA YAA!!
All Rights Reserved
#194
momentouspublisher
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • NOISY SOUL [Ongoing]
  • ALZEANDRA||OPEN PO||
  • HEI, MY BADBOY!!
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • GASENDRA [ON GOING]
  • ALBAR
  • Gadis Kesayangan Fian (Rombak Bentar)
  • SAMUDERA
  • Alreenzy [END]

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines