Dokter Rendi

Dokter Rendi

  • WpView
    Reads 3,555
  • WpVote
    Votes 289
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 12, 2022
Rendi, seorang lelaki dewasa berusia 30 tahun yang dijodohkan dengan Lusi. Gadis yang berusia tiga tahun lebih muda dariya. Tapi bukan itu yang membuat Rendi resah. Rendi bahkan tidak pernah menduga, kalau dirinya akan jatuh cinta pada sepupu Lusi yang baru berusia 17 tahun.
All Rights Reserved
#680
bedausia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FIANCÈES | COMPLETED✅
  • Love's Second Chapter [End]
  • Aku Milikmu Namun Tertunda
  • Normalnya, Ini Tidak Normal (END)
  • Reysa Secret
  • I Love You Dokter {Geng Rempong : 12}
  • Mengikat Hati [✓]
  • Denial
  • Orang Biasa

PRIVATE ACAK! FOLLOW DULU SEBELUM BACA! Rank : #1 on Cintasegitiga (26/01/21) #1 on Pertunangan (08/09/21) #7 on Persingkuhan (08/09/21) #9 on Bahasa (08/09/21) #11 on Hurt (08/09/21) Bagaimana seorang pria bisa bertunangan dengan dua orang wanita? Itu lah yang terjadi dalam kisah percintaan antara Putri Aphrodita dengan Sadewa Dirgantara. Bagi Dita, Dewa adalah cinta pertama dan terakhirnya. Namun bagi Dewa, Dita tak lebih dari seorang wanita murahan yang selalu mengejar cintanya. Dita hanya tidak pernah menyangka jika Dewa yang menerima perjodohan dengannya atas permintaan ayahnya, juga menerima perjodohan dengan Clarissa atas permintaan ibunya. **** "Dewa ... kamu ...." Kalimat Dita terhenti saat ia melihat Dewa tengah menggenggam tangan Clarissa. Tentu saja hati Dita sakit karena merasa dikhianati oleh Dewa. "Apa?" Dewa bertanya seolah tidak ada masalah yang terjadi. "Kenapa ... kenapa kamu genggam tangan dia?" Mata Dita berkaca-kaca, menatap nanar tangan Dewa dan Clarissa yang kini saling bertautan. "Kamu harus mulai terbiasa, Aphrodita." Clarissa tersenyum saat Dewa mengecup punggung tangannya. "Kalo gue bisa nerima perjodohan sama lo karena permintaan ayah, kenapa gue enggak bisa nerima perjodohan sama Clarissa karena permintaan bunda?" Dewa tersenyum miring. "Maksud kamu?" Dita menahan tangisannya hingga suaranya terdengar bergetar di telinga Dewa. "Mulai sekarang, lo harus terbiasa." Senyum Dewa kian melebar saat wajah Dita terlihat semakin sendu. "Sebentar lagi, lo bakalan punya temen. Lo harusnya seneng karena lo enggak sendirian lagi jadi tunangan gue." **** HAI, CERITA INI TERDIRI DARI 2 PART. 1 PART FLASHBACK DAN 1 PART MASA SEKARANG. JADI, HARAP BERSABAR YA, BACANYA. HOPE YOU LIKE IT❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines